Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inklusivitas di Dunia Kerja: Menjalankan Nilai Kebhinnekaan dalam Praktik Rekrutmen

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inklusivitas di Dunia Kerja: Menjalankan Nilai Kebhinnekaan dalam Praktik Rekrutmen Doc: Istimewa
Ket. Mendorong inklusivitas di dunia kerja menjadi langkah penting untuk menerapkan nilai kebhinnekaan. Praktik rekrutmen yang adil dan setara membuka ruang bagi semua latar belakang untuk berkembang.

Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, industri ketenagakerjaan Indonesia memasuki babak penting dalam upaya menciptakan sistem rekrutmen yang lebih adil, inklusif, dan mendukung nilai kebhinnekaan. Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan rencana kebijakan strategis terkait rekrutmen yaitu larangan bagi perusahaan terhadap diskriminasi usia. 

Merujuk pada laporan terbaru dari Jobstreet by SEEK yang berjudul Hiring, Compensation & Benefits (HCB) 2025, ditemukan bahwa sejumlah perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi praktik fair hiring (perekrutan yang adil). Salah satu contohnya adalah melalui penerapan blind resume screening yang kini dilakukan oleh 44% perusahaan, di mana informasi pribadi seperti nama, usia, dan gender sengaja disembunyikan agar proses seleksi bisa berjalan tanpa bias. Laporan Jobstreet juga mencatat bahwa 43% perusahaan sudah melibatkan panel rekrutmen yang beragam dari berbagai latar belakang demi memastikan keputusan yang objektif dan inklusif. Selain itu, 41% perusahaan mulai menetapkan metrik Diversity, Equity, Inclusion (DEI) sebagai alat ukur keberagaman dalam proses perekrutan mereka.

Fair Hiring Mulai Diterapkan, Meski Belum Merata

Meski menunjukkan tren positif, implementasi fair hiring secara menyeluruh masih menghadapi tantangan cukup besar. Sebagai contoh, hanya 34% perusahaan yang secara rutin melatih karyawan mengenai unconscious bias dan hanya 27% perusahaan yang memberikan pelatihan khusus kepada tim rekrutmen. Penggunaan teknologi AI untuk mengurangi bias dalam seleksi kandidat juga masih sangat minim, dengan angka hanya mencapai 16%.

Sebagai bagian dari gerakan menuju lingkungan kerja yang lebih setara, laporan yang sama dari Jobstreet mencatat bahwa 73% perusahaan secara rutin meninjau ulang deskripsi lowongan kerja agar bebas dari unsur bias. Namun, fakta lain menunjukkan hanya 41% yang konsisten menerapkan panel wawancara yang beragam dan 34% perusahaan yang benar-benar menyediakan pelatihan anti-bias secara menyeluruh. 

Strategi Bagi Perusahaan Untuk Menerapkan Rekrutmen Tanpa Bias

Sebagai mitra strategis dalam membentuk masa depan ketenagakerjaan yang lebih adil dan inklusif, Jobstreet by SEEK mendorong perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan fair hiring atau rekrutmen tanpa bias. Beberapa hal yang dapat diterapkan yaitu:

  1. Mengintegrasikan Indikator DEI dalam Proses Rekrutmen

Indikator DEI seperti representasi gender, latar belakang, dan disabilitas dapat dijadikan bagian dari Key Performance Indicators (KPI) dalam proses rekrutmen dan evaluasi SDM. Hal ini dapat membantu memastikan bahwa keberagaman menjadi bagian dari tujuan bisnis, bukan sekadar inisiatif tambahan.

  1. Memberikan Pelatihan Unconscious Bias secara Konsisten

Dalam rangka mendorong penerapan prinsip fair hiring, perusahaan dapat membekali tim HR dan perekrut dengan pelatihan rutin terkait bias tidak sadar (unconscious bias), agar mereka dapat mengambil keputusan yang adil dan objektif dalam proses seleksi kandidat.

  1. Meninjau dan Menyempurnakan Deskripsi Lowongan Pekerjaan

Meninjau ulang wording dalam deskripsi lowongan pekerjaan dapat dilakukan perusahaan saat rekrutmen untuk memastikan tidak ada istilah atau frasa yang berpotensi diskriminatif atau mengecualikan kelompok tertentu. Jobstreet by SEEK menyarankan penggunaan bahasa yang netral, inklusif, dan berorientasi pada kompetensi.

  1. Membangun Budaya Kerja yang Inklusif dan Transparan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.