Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Bisa Ditunda Lagi! Urgensi Pembangunan Sistem Peringatan Dini Longsor Nasional

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 19:12 WIB | Oleh:

Di sisi lain, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid menyatakan bahwa potensi longsor Indonesia semakin kompleks akibat anomali iklim buntut dari pemanasan global. Perubahan pola curah hujan dan meningkatnya kejadian hujan ekstrem menjadikan banyak daerah yang sebelumnya aman berubah menjadi rawan.

Ia juga tidak menampik bahwa aktivitas ekstraktif seperti tambang terbuka, dan alih fungsi hutan menjadi pemukiman atau lahan pertanian tanpa diimbangi dengan kajian akademis turut mempercepat degradasi lahan, yang pada akhirnya memicu longsor.

Sebagai seorang ahli bidang geologi dan ilmu bumi, Wafid menyarankan agar seluruh daerah rawan longsor segera memperbaharui peta risiko dan menetapkan zona rawan secara jelas dalam tata ruang (RT/RW). Pada poin ini Badan Geologi memastikan setiap tahun memberikan peta risiko lengkap dengan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk jadi bahan pertimbangan RT/RW pembangunan.

Pemerintah daerah, menurutnya, harus berani menegakkan aturan pemanfaatan ruang dan tidak mengabaikan rekomendasi geologi dalam proses perizinan pembangunan. Ia menggarisbawahi bahwa sistem peringatan dini akan bekerja optimal hanya jika tata ruang dan perilaku manusia juga dikendalikan.

Sistem LEWS yang telah mendapatkan pengakuan ISO terdiri dari tujuh subsistem, mulai dari penilaian risiko, pembentukan tim siaga, penyusunan prosedur tetap, hingga simulasi evakuasi. Sistem ini mengutamakan peran aktif komunitas sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan respons cepat. Melalui pendekatan berbasis masyarakat ini, diharapkan tidak hanya membangun sistem peralatan, tapi juga membangun budaya kesiapsiagaan.

Wabil khusus Indonesia yang dikenal sebagai laboratorium bencana dunia dengan lebih dari 40 juta warganya tinggal di zona rawan, maka harus menjadikan sistem peringatan dini longsor sebagai bagian dari kebijakan nasional.

Dalam jangka panjang, keberadaan sistem peringatan dini longsor bukan hanya alat teknis, tapi juga bentuk tanggung jawab negara untuk menjamin keselamatan warganya. Investasi dalam sistem ini bukan sekadar pengadaan peralatan-teknologi, tetapi investasi dalam pengetahuan, pelatihan, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Negara-negara lain telah membuktikan bahwa sistem peringatan dini yang baik mampu menyelamatkan ribuan nyawa. Maka Indonesia sebagai negara dengan risiko geologis tinggi tidak bisa lagi bergantung pada prakiraan cuaca yang umum ataupun perkiraan hujan harian, karena tanah longsor memiliki pola dan indikator sendiri yang harus dimonitor secara khusus.

Kini, saatnya Indonesia memperkuat ketahanan bencana dan sistem peringatan dini longsor nasional harus menjadi kenyataan, bukan hanya visi. Itu karena setiap menit sebelum tanah runtuh, bisa jadi adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan satu nyawa. Itu sudah cukup jadi alasan untuk tidak lagi menundanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.