Skuad Garuda Fokus Manfaatkan 'Set Piece'

Selasa, 03 Jun 2025, 07:07 WIB

JAKARTA — Tim Nasional Indonesia terus mematangkan persiapan jelang laga hidup-mati kontra Tiongkok dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Setelah menyelesaikan pemusatan latihan tahap pertama di Bali pada 26–31 Mei, Skuad Garuda kini memasuki fase akhir persiapan di Jakarta, dengan fokus utama pada strategi bola mati.

PelatihPatrick Kluivert menegaskan bahwa sesi latihan kali ini bersifat lebih spesifik, dengan penekanan besar pada situasi set piece. “Latihan kami lebih terfokus kali ini. Set piece akan jadi senjata penting untuk pertandingan nanti,” ujar Kluivert.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia lakukan latihan di Stadion Madya, Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Senin (2/6). Latihan itu persiapan jelang lawan Timnas Tiongkok dalam laga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6). — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Kluivert menyadari bahwa dalam laga-laga krusial seperti ini, kemampuan memaksimalkan peluang dari bola mati bisa menjadi pembeda. “Kami akan lebih banyak fokus ke set piece. Latihan kali ini akan lebih spesifik agar kami lebih siap menghadapi Tiongkok,” lanjutnya.

Tim pelatih telah menyiapkan berbagai variasi eksekusi bola mati, mulai dari skema tendangan sudut, tendangan bebas langsung, hingga bola-bola pantul di area kotak penalti. Latihan intensif ini dilakukan setiap hari dengan melibatkan berbagai skenario pertandingan.

Kluivert juga mengakui telah mengamati gaya bermain Tiongkok secara detil. “Kami tahu bagaimana mereka bermain, baik dari starting eleven maupun cadangan. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kami fokus menjaga performa,” jelasnya.

Dalam klasemen sementara Grup C, Indonesia menempati peringkat keempat dengan sembilan poin dari delapan pertandingan, tertinggal satu angka dari Arab Saudi dan empat dari Australia. Jepang, yang telah memastikan satu tiket ke putaran keempat, tak lagi menjadi ancaman langsung. Itu sebabnya laga kontra Tiongkok menjadi krusial dalam menentukan nasib Indonesia di fase selanjutnya.

“Ini pertandingan hidup-mati. Kami main di kandang, harus dominan, dan mereka harus hati-hati terhadap kami,” tegas Kluivert dengan nada optimistis. Dalam pertemuan pertama di Wuhan, Oktober lalu, Indonesia kalah tipis 1-2 meski secara permainan mampu mengimbangi.

Saatitu Kluivert belum resmi menjabat pelatih kepala. Kini, dia merasa lebih siap dan memiliki koneksi lebih erat dengan para pemain. “Saya dan para pemain banyak berdiskusi soal laga itu. Kami sekarang lebih siap, lebih percaya diri. Ini pertandingan baru dan kami main di depan publik sendiri,” ucapnya. Laga melawan Tiongkok akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6). Ribuan suporter dipastikan hadir memberi dukungan langsung. Selepas itu, Indonesia akan menghadapi Jepang di Osaka, Selasa (10/6), dalam laga pamungkas grup.

Pengamat sepak bola nasional, Budi Setiawan, menilai langkah Kluivert yang fokus pada bola mati sebagai keputusan tepat. “Dalam pertandingan dengan tekanan tinggi, peluang terbuka lewat bola mati justru sering jadi penentu. Saya kira ini pendekatan realistis mengingat kualitas individu pemain Indonesia dalam eksekusi bola mati cukup baik,” katanya.

Menurut Budi, faktor bermain di kandang juga harus dimaksimalkan. “Kuncinya adalah start yang agresif. Kalau bisa unggul duluan lewat bola mati, itu akan mengubah dinamika pertandingan. Tiongkok pasti akan tertekan,” ujarnya.

Tim Kondusif

Sementara itu, suasana di skuad Timnas terpantau kondusif. Seluruh pemain dalam kondisi bugar dan bersemangat. Kluivert tak hanya menyiapkan aspek teknis, tapi juga membangun mental juang pemain menghadapi tekanan laga krusial.

Jika mampu meraih kemenangan atas Tiongkok, peluang Indonesia lolos ke putaran keempat akan terbuka lebar, bahkan tanpa harus menunggu hasil laga terakhir melawan Jepang. Namun jika gagal, skuad Garuda kemungkinan harus berharap pada jalur playoff, sebuah skenario yang penuh risiko.

Manajer timnas Indonesia Sumardji mengatakan PSSI memberikan pengamanan ketat kepada para pemain timnas Indonesia selama di Jakarta dalam menyambut laga kandang pamungkas menghadapi Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (5/6) pukul 20.45 WIB.

Sumardji menjelaskan para pemain mendapat pengamanan ketat untuk menjaga mereka dari ancaman virus Covid-19. Sebab beberapa negara tetangga, ancaman virus ini meningkat signifikan.

“Ini kita juga harus mengikuti perkembangan. Negara tetangga juga harus kita ikuti perkembangan. Saya dapat informasi ada negara tetangga juga situasi Covid-19 naik,” kata Sumardji di Jakarta, Minggu. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.