Nelayan di Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus
Selasa, 03 Jun 2025, 15:20 WIBMALANG - Sejumlah nelayan di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur menyelamatkan seekor hiu paus atau Rhincodon typus yang tak sengaja terjebak jaring ikan di wilayah perairan di daerah tersebut.
Seorang nelayan asal Sendang Biru Moch Hadiyanto di Malang, Senin, mengatakan hiu paus itu tidak sengaja terjebak di jaring ikan yang disebar oleh para nelayan.
"Penyelamatan hiu paus itu dua hari yang lalu, awalnya kami menebar jaring karena melihat ada sekumpulan ikan tongkol," kata Hadiyanto.
Merasa sudah mendapatkan banyak ikan, dia dan rekan-rekannya memutuskan menarik jaring yang sempat ditebar ke arah perahu.
Tetapi, ketika jaring itu semakin mendekat ke perahu para nelayan melihat siluet ikan berukuran besar, berwarna hitam.
"Kami mengira itu malah hiu yang ganas, setelah dilihat lagi justru hiu paus," ucapnya.
Usai mengetahui bahwa yang tertangkap merupakan hiu paus, dia bersama rekan-rekan sesama nelayan langsung melakukan upaya pembebasan satwa tersebut.
Butuh waktu sekitar 30 menit bagi para nelayan untuk menyelamatkan hiu paus itu.
"Kan itu ada dua perahu, yang pertama ada 37 orang anak buah kapal (ABK) dan satu lagi sekitar 6-7 orang kami bersama-sama berupaya menyelamatkan hiu pausnya," katanya.
Pegiat konservasi sekaligus pendiri Sahabat Alam Indonesia Andik Syaifudin menjelaskan upaya penyelamatan hiu paus menjadi bukti bahwa para nelayan, khususnya di wilayah Sendang Biru telah memiliki kesadaran terhadap upaya pelestarian satwa.
"Satwa itu (hiu paus) merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Upaya penyelamatan yang dilakukan nelayan di Sendang Biru menandakan mereka sepenuhnya memiliki kesadaran untuk terlibat di dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Andik.
Andik menyebut bahwa kawasan perairan di wilayah Sendang Biru memang menjadi salah satu tempat hiu paus mencari makan. Sehingga, kemunculannya hanya saat musim tertentu.
"Kalau kemunculannya saat musim ikan, paus itu mengejar makanan. Sepanjang tahun bisa ketemu asalkan cuaca bagus," ucapnya.
Di kawasan perairan yang sama, kata dia, beberapa kali ditemukan spesies fauna akuatik lain, seperti paus sei, paus sirip, orca atau paus pembunuh, paus sperma, dan paus bungkuk.
Selain itu, ada beberapa spesies lumba-lumba yang ditemukan di wilayah itu, seperti lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba kepala melon, hingga lumba-lumba spinner.
"Di sana juga ada penyu belimbing, penyu sisik, sampai penyu hijau. Terus, bisa ditemukan pari manta dan ikan mola-mola," tuturnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pastikan Kesiapan Jalan Nasional di Jatim, Menteri PU Tegaskan Perbaikan Tuntas H-10 Lebaran
-
Baznas Kota Tangerang Himpun Rp12 Miliar ZIS Selama Ramadhan 1447 H
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
-
Jakarta Popsivo Polwan Raih Kemenangan Lawan Medan Falcons
-
Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA: 4.401 Huntara Rampung
-
Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemprov DKI Gelar Pasar Murah Ramadan di 44 Kecamatan
-
15 Warga Banjarmasin Magang di Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.