Franz Junghuhn, Naturalis Romantis yang Perkenalkan Indonesia
📅 Selasa, 03 Jun 2025, 07:45 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk melihat ke dalam kawah, ia berbaring tengkurap, tetapi ketakutan muncul ketika ia mendorong bongkahan lava ke dalam jurang dan merasakan tanah bergeser di bawahnya. Ia menganggap Alexander von Humboldt sebagai contoh terbaiknya.
Homo Universales Terakhir
Untuk itu ia berkorespondensi dengannya pada saat ilmu pengetahuan alam semakin terpecah-pecah menjadi beberapa sub-bidang. Junghuhn termasuk dalam ‘homo universales’ terakhir. Ia menemukan spesies tanaman baru, yang ia beri nama Primula imperialis, dan kemudian dua tanaman lain dinamai menurut namanya, seperti Nepenthes junghuhnii, yang menjadi bukti statusnya sebagai naturalis.
Ia tinggal di Sumatra selama satu setengah tahun, muncul sebagai Indolog, geografer, surveyor, geolog, botanis, dan menerbitkan studi antropologisnya yang ekstensif tentang Batak: Die Bataländer auf Sumatra. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!