Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Setop Pendanaan Vaksin HIV

📅 Senin, 02 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Trump Setop Pendanaan Vaksin HIV Doc: istimewa
Ket. Presiden Donald Trump

Washington – Pemerintahan Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu, menghentikan pendanaan terhadap salah satu proyek riset vaksin HIV yang tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS).

Para peneliti menerima pemberitahuan bahwa Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) memutuskan untuk memfokuskan anggaran pada metode pencegahan HIV yang sudah ada, ketimbang melanjutkan investasi dalam pengembangan vaksin.

Seperti dikutip dari Antara, kebijakan tersebut berdampak pada sejumlah pusat riset ternama, termasuk Duke Human Vaccine Institute dan Scripps Research Institute, yang telah menerima pendanaan dari National Institutes of Health (NIH) sejak 2012.

Seorang juru bicara dari perusahaan bioteknologi Moderna juga mengonfirmasi bahwa uji klinis yang sebelumnya didukung oleh Jaringan Uji Vaksin HIV NIH (HIV Vaccine Trials Network) kini ikut dihentikan sementara.

Seorang pejabat senior NIH menyebutkan bahwa lembaga tersebut diarahkan oleh HHS untuk tidak menyetujui pendanaan baru bagi riset vaksin HIV dalam tahun anggaran mendatang, kecuali untuk beberapa kasus terbatas.

Selain itu, aturan akuntansi anggaran baru yang diberlakukan terhadap hibah vaksin HIV akan membuat pengajuan dana semakin sulit, karena mewajibkan perhitungan biaya penuh untuk hibah multi-tahun dalam satu tahun fiskal.

Juru bicara HHS, Emily Hilliard, membela keputusan ini dengan alasan adanya kompleksitas dan tumpang tindih dalam program HIV/AIDS nasional.

Ia menyatakan bahwa HHS bertujuan memaksimalkan dampak pengeluaran federal dan memperkuat pengawasan anggaran, mengingat terdapat 27 program HIV/AIDS yang telah menyerap anggaran sebesar 7,5 miliar dolar AS (setara Rp122, 2 triliun).

Hilliard menambahkan bahwa “program HIV/AIDS yang bersifat krusial akan tetap berjalan” di bawah lembaga baru yang diusulkan Menteri Kesehatan HHS, Robert F. Kennedy Jr., yang dinamai "Administration for a Healthy America".

Namun, keputusan tersebut menuai kritik dari kalangan ilmuwan. Dennis Burton, profesor imunologi dari Scripps Research, menyebut waktu penghentian ini “sangat buruk,” terutama karena sejumlah uji klinis menunjukkan kemajuan menjanjikan.

“Hal itu bisa menjadi kemunduran satu dekade bagi penelitian vaksin HIV,” ujarnya.

Menurut situs resmi pemerintah AS, HIV.gov, hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah infeksi HIV. Namun, para ilmuwan di seluruh dunia terus berupaya mengembangkan vaksin dengan dukungan dari National Institutes of Health.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.