Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ojol dan Aplikator Satu Meja, Menteri UMKM Siapkan Resep Adil

📅 Senin, 02 Jun 2025, 20:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ojol dan Aplikator Satu Meja, Menteri UMKM Siapkan Resep Adil Doc: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Pengemudi ojek online mengangkut penumpang di kawasan Blora, Jakarta.

PONTIANAK - Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merumuskan kebijakan terbaik untuk ojek online (ojol) dan aplikator digital.

Langkah itu dimaksudkan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh pihak, termasuk mitra pengemudi dan pelaku UMKM yang bergantung pada layanan tersebut.

"Solusi sedang kita siapkan agar tidak ada yang dirugikan, baik mitra ojek online, aplikator, maupun pelaku UMKM," kata Menteri UMKM, Maman Abdurrahman saat melakukan kunjungan kerja di Pontianak, Senin (3/6).

Ia mengakui bahwa dirinya sempat disorot oleh sejumlah komunitas ojek online karena dinilai belum memberikan respons konkret terhadap dinamika hubungan antara mitra pengemudi dan aplikator. Namun, menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat secara menyeluruh dan tidak sepihak.

"Kita tidak bisa melihat hanya dari satu sisi. Hubungan antara ojek online dan aplikator adalah kemitraan, dan di dalam aplikator itu juga terdapat ekosistem usaha yang perlu kita jaga, termasuk pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital itu," tuturnya.

Maman menegaskan, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan berbagai data dan masukan dari semua pihak guna merumuskan solusi yang tidak gegabah namun dapat diterima secara luas.

"Aspirasi para pengemudi ojek online wajib kita akomodasi. Tapi proses pengambilan keputusan ini tidak bisa terburu-buru karena menyangkut hajat hidup banyak orang, termasuk sekitar 20 hingga 30 juta pelaku UMKM di Indonesia," kata Maman.

Sebagai langkah sementara, Maman menyarankan agar para pengemudi ojek online menggunakan platform atau aplikator yang menawarkan skema pembagian hasil yang lebih adil dan sesuai harapan.

"Kalau memang belum sepakat dengan aplikator tertentu, jangan langsung berkomitmen. Gunakan aplikator lain yang memberikan pembagian lebih sesuai. Ini solusi sementara agar tidak terjadi polemik berkepanjangan," katanya.

Ia juga mengingatkan para aplikator, termasuk Grab dan Gojek, agar tidak merasa di atas angin. Pemerintah, menurutnya, tetap melakukan pengawasan dan evaluasi mendalam terhadap kebijakan serta praktik kemitraan yang berjalan.

"Grab dan Gojek jangan dulu senang-senang. Kami di kementerian sedang bekerja keras mengumpulkan data untuk mengambil keputusan yang terbaik. Bukan hanya untuk aplikator, tapi juga untuk mitra ojek online dan UMKM," kata dia.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya keluhan dari komunitas ojek online mengenai sistem pembagian hasil, insentif, dan ketimpangan dalam relasi antara pengemudi dan perusahaan aplikator.

"Pemerintah berharap solusi yang disiapkan nantinya dapat menciptakan keseimbangan dalam ekosistem digital, serta menjamin keberlanjutan usaha mikro yang banyak bergantung pada layanan pengantaran daring," kata Maman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.