IKN Bukan Sekedar Pusat Pemerintahan, tetapi Juga Rumah Bersama Kebudayaan Indonesia

Senin, 02 Jun 2025, 05:15 WIB

KALIMANTAN TIMUR - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia yang dibangun pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), merupakan rumah bersama kebudayaan Indonesia.

“IKN bukan sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai rumah bersama kebudayaan Indonesia,” kata Menteri Fadli Zon di sela kegiatan Festival Budaya Nusantara atau Nusantara Cultural Festival di KIPP IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, akhir pekan kemarin.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

“Festival budaya itu wujud komitmen membangun ekosistem kebudayaan di IKN, kami apresiasi diselenggarakan festival sebagai wadah pelestarian budaya,” tambahnya.

Festival Budaya Nusantara yang pertama kalinya diselenggarakan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2025, mengusung tema “Nusantara adalah kita, kita adalah Nusantara”.

Festival Budaya Nusantara yang diikuti 500 peserta dari 23 kontingen menjadi cermin kekayaan budaya nusantara yang mencakup ragam seni pertunjukan, tradisi, kuliner, kerajinan, hingga ekspresi lokal dari berbagai daerah.

Peran Otorita IKN memberi ruang budaya bagi komunitas seni dan budaya dari seluruh Indonesia di ibu kota Indonesia, jelas dia, sangat penting sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan daerah di tengah arus globalisasi dan akulturasi budaya.

Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto komitmen menjadikan kebudayaan sebagai soft power nasional, sekaligus memperkuat jati diri bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Sehingga, kata dia, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban Indonesia yang menerangi dunia dengan cahaya kebhinekaan, kearifan, dan kebudayaan.

Festival Budaya Nusantara diharapkan dapat dikembangkan dan ke depan dapat diselenggarakan Karnaval Budaya Nusantara dengan menghadirkan semakin banyak komunitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembangunan IKN harus dilandasi semangat kebudayaan nasional sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Ibu Kota Negara, demikian Fadli Zon.

Festival Budaya Nusantara yang diawali dengan pembacaan sastra tutur Betore dari Suku Paser salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang biasa dilakukan saat panen tersebut, juga menampilkan beragam produk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) termasuk produk budaya kreatif dari berbagai daerah Kalimantan Timur.

Seperti diketahui, Otorita IKN menghadirkan budaya Nusantara di kawasan inti pusat pemerintahan ((KIPP) Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, melalui kegiatan Nusantara Culture Festival 2025.

“Nusantara Culture Festival tunjukkan budaya Nusantara, jadi IKN itu adalah Nusantara,” ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin di sela kegiatan di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat.

Nusantara Culture Festival yang diikuti 500 peserta dari 33 daerah dan 25 Balai Pelestarian Budaya (BPK) itu diawali dengan pawai di seputar Plaza Seremoni, kemudian menunjukkan seni budaya masing-masing seperti tari tradisional.

Parade menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Budaya Nusantara atau Nusantara Cultural Festival, yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2025. “Daerah yang ikuti Nusantara Culture Festival yang baru pertama kali dilakukan tahun ini, di antaranya dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan lainnya,” jelasnya.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.