Gusur Pekerjaan Manusia, Deloitte Luncurkan Agen AI untuk Dukung Solusi Tenaga Kerja Digital
Sabtu, 31 Mei 2025, 21:05 WIBJAKARTA â Deloitte telah mengumumkan peluncuran Global Agentic Network untuk membantu memperluas kapabilitas tenaga kerja digital berbasis AI di berbagai organisasi di seluruh dunia. Inisiatif ini memanfaatkan jaringan aliansi global perusahaan ini serta hubungan teknologinya untuk menciptakan ekosistem terhubung dari penawaran agen bisnis AI, yang dirancang untuk meningkatkan dan mengotomatisasi operasional klien secara efektif.
Dengan memperluas jaringan pusat layanan globalnya yang berlokasi di pasar-pasar utama di Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), dan Amerika Utara, peluncuran ini menandai serangkaian investasi strategis yang tengah dilakukan Deloitte.
Hal tersebut termasuk pengumuman terbaru mengenai pendirian Global Simulation Center of Excellence, guna memastikan bahwa bisnis dapat mengimplementasikan strategi berbasis AI secara optimal dan konsisten di seluruh wilayah operasional mereka.
Agen AI mampu bertindak secara mandiri dalam menjalankan tugas-tugas manusia, mengatur alur kerja, proses, dan aktivitas secara otonom, serta berpikir secara cerdas melalui interaksi dengan manusia maupun agen lainnya. Dengan memanfaatkan penalaran berbasis large language models, agen AI dapat belajar dan beradaptasi seiring waktu untuk mengambil keputusan yang tepat dan mencapai hasil yang ditargetkan.
Deloitte Global Agentic Network dirancang untuk memaksimalkan pengalaman industri dan wawasan bisnis Deloitte guna membantu organisasi dalam merancang, membangun, menerapkan, dan mengoperasikan agen AI untuk mewujudkan transformasi dalam operasional bisnis serta industri tempat mereka beroperasi.
âPerkembangan agentic AI berlangsung dengan kecepatan luar biasa, dan kami melihat potensi transformasi yang sangat besar bagi klien kami. Inilah alasan kami membangun Global Agentic Network, untuk membantu organisasi menerapkan tenaga kerja digital dengan penuh percaya diri dan dampak nyata,â ujar Deloitte Global Consulting Services, Technology & Transformation leader. Heather Stockton, dalam keterangan tertulis pada hari Rabu (28/5).
Ia menuturkan, Agentic Network memungkinkan bisnis mengintegrasikan agen AI secara mulus terlepas dari sektor industrinya dengan menjembatani kesenjangan antara otomatisasi dan otonomi yang sesungguhnya. Melalui kolaborasi lintas lini bisnis, mulai dari Audit & Assurance, Tax & Legal, Strategy, Risk & Transactions, hingga Technology & Transformation, serta ditopang oleh pemahaman industri yang mendalam, Deloitte berada dalam posisi yang unik untuk menghadirkan solusi agentic AI yang canggih.
âSolusi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi klien, sekaligus membuka cara-cara kerja baru yang lebih inovatif,â ungkapnya,
Melalui agentic network, Deloitte menghadirkan layanan untuk membangun agen AI di berbagai platform perangkat lunak dalam ekosistem Deloitte yang lebih luas, termasuk peluncuran terbaru Zora AITM oleh Deloitte AS, yang menawarkan rangkaian agen cerdas yang mampu memahami, bernalar, dan bertindak menjalankan fungsi bisnis yang kompleks secara otonom dengan kecepatan dan akurasi tinggi.
Menurut analisis Gartner, 33% aplikasi perangkat lunak perusahaan akan mencakup agentic AI pada tahun 2028, meningkat signifikan dari kurang dari 1% pada tahun 2024. Selain itu, survei terbaru State of Generative AI in the Enterprise yang dilakukan oleh Deloitte AI InstituteTM mengungkapkan bahwa 26% organisasi yang disurvei telah secara aktif mengeksplorasi pengembangan agen otonom dalam skala besar maupun sangat besar.
Pendorong Masa Depan
Kebangkitan agentic AI menandai era transformasi baru bagi industri jasa profesional, dengan kemampuannya merambah layanan yang sebelumnya didominasi oleh keahlian manusia, seperti pengambilan keputusan strategis, implementasi sistem, pemecahan masalah secara kreatif, hingga negosiasi kompleks.
Bagi Deloitte, hal ini merupakan peluang luar biasa untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasinya dan meningkatkan pembelajaran dan pengembangan bagi karyawannya. Dengan menyematkan pengetahuan spesifik bidang ke dalam alur kerja berbasis AI, Deloitte mampu melampaui model layanan tradisional untuk memperluas keahlian, mempercepat pencapaian hasil, dan menghadirkan dampak yang lebih besar dan terukur.
âKami berada di jalur untuk menjadi organisasi berbasis AI sepenuhnya pada tahun 2030 dengan mengintegrasikan AI ke dalam cara kami bekerja dan layanan yang kami tawarkan,â ujar Deloitte Global AI leader. Nitin Mittal
âAgentic Network merupakan bagian penting dari perjalanan ini, yang secara fundamental mentransformasi bisnis kamiâmemungkinkan kami memperluas pengalaman, membangun kredibilitas, dan mendampingi klien dalam perjalanan transformasi mereka dengan kecepatan, ketepatan, dan kreativitas,â tambahnya.
- Agen AI
- Deloitte
- Global Agentic Network
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Timnas U-23 Indonesia Vs Korsel, Pemain Diminta Tak Gugup, Masyarakat Pesimistis
-
Appdome Luncurkan Agentic AI Suite Pertama di Industri untuk Perkuat Keamanan Bisnis Seluler
-
Bank Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu, Biayai Konsumsi Impor dan Properti
-
Peran UMKM dalam Menyerap Tenaga Kerja di Indonesia
-
Hasil Riset Ungkap Kelompok Kelas Menengah Jadi Tulang Punggung Industri Pariwisata Nasional, Volume Pergerakan dan Total Nilai Belanjanya Terbesar
-
Trump Kembali Tunda Tenggat Larangan TikTok di AS hingga Desember 2025
-
Pasokan Air Bersih bagi Warga Tangerang Belum Normal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.