Trump Kembali Tunda Tenggat Larangan TikTok di AS hingga Desember 2025

Jumat, 19 Sep 2025, 01:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (16/9) menandatangani perintah eksekutif yang memberi tambahan waktu selama tiga bulan lagi bagi TikTok untuk terus beroperasi di AS.

Portal The Tech melaporkan melalui keputusan tersebut, tenggat potensi larangan aplikasi tersebut diundur hingga 16 Desember 2025.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: ANDREW CABALLERO -REYNOLDS/AFP

Perpanjangan itu diumumkan setelah tenggat sebelumnya berakhir pada 17 September 2025. Penundaan tersebut menjadi yang ketiga kalinya sejak aturan pembatasan dijadwalkan mulai berlaku pada 19 Januari, sehari sebelum Trump kembali menjabat sebagai orang nomor satu di AS.

Langkah tersebut bertepatan dengan kabar bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan sementara terkait masa depan operasional TikTok di AS.

Meski detail lengkap belum diungkap, pejabat AS menyebut kesepakatan itu akan memindahkan kendali bisnis TikTok di Amerika kepada kelompok investasi yang dipimpin perusahaan-perusahaan AS.

Kesepakatan final diharapkan tercapai setelah Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan pembicaraan melalui telepon pada 19 September 2025.

Trump pada Selasa, juga menegaskan bahwa sekelompok perusahaan Amerika akan membeli platform media sosial TikTok setelah dirinya mencapai kesepakatan dengan Tiongkok yang mencegah penutupan aplikasi tersebut di AS.

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan para negosiator telah mencapai kerangka kesepakatan soal kepemilikan TikTok.

Trump dan Xi dijadwalkan berbicara pada Jumat (19/9) untuk memberikan persetujuan akhir atas perjanjian itu.

Sangat Agresif

Bessent sebelumnya mengatakan, dua belah pihak telah membuat kemajuan baik pada rincian teknis tetapi mencapai kesepakatan pada isu-isu lain akan menjadi tantangan.

“Rekan-rekan kami dari Tiongkok telah mengajukan permintaan yang sangat agresif, Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya saat ini. Kita tidak mau mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial,” kata Bessent.

“Perpanjangan batas waktu divestasi TikTok akan sangat bergantung pada bagaimana perundingan berlangsung pada 15 September,” kata Bessent.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga mengatakan meskipun masalah TikTok telah terselesaikan, namun hal itu sangat bergantung pada tercapainya kesepakatan pada isu-isu lain.

“Dari perspektif Tiongkok, mereka memandang berbagai hal sebagai bagian tak terpisahkan dari potensi kesepakatan TikTok, baik itu tarif maupun langkah-langkah lain yang telah diambil selama bertahun-tahun,” ujarnya.

AS katanya tidak dalam posisi untuk begitu saja menghilangkan setiap tindakan yang pernah diambilnya untuk mencoba menyelesaikan masalah tersebut. 

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.