Appdome Luncurkan Agentic AI Suite Pertama di Industri untuk Perkuat Keamanan Bisnis Seluler
Sabtu, 03 Jan 2026, 20:30 WIBJAKARTA â Appdome, dalam ajang Black Hat Europe beberapa waktu lalu, mengumumkan peluncuran Agentic AI Suite pertama di industri. Agen AI ini dirancang untuk melawan penipuan, pengambilalihan akun, ancaman API, serta berbagai risiko keamanan lainnya dalam bisnis seluler.
Rangkaian baru yang terdiri dari lima agen AI tersebut menghadirkan platform intelijen berbasis percakapan pertama di dunia yang secara khusus dikembangkan untuk kebutuhan tim keamanan siber dan anti-penipuan di lingkungan perusahaan seluler.
Kelima agen AI ini dihadirkan dalam secure social enterprise framework yang memungkinkan berbagai pemangku kepentingan memanfaatkan AI secara bersamaan serta berkolaborasi dalam melindungi aset digital perusahaan.
Dibangun di atas platform Appdomeâlayanan cloud terpusat yang menggunakan AI untuk membangun dan memantau pertahanan aplikasi selulerâagen AI terbaru Appdome memiliki akses ke data pertahanan seluler selama lebih dari satu dekade, triliunan peristiwa ancaman secara real-time dari miliaran instalasi aplikasi seluler di seluruh dunia, serta model pembelajaran mendalam.
Kombinasi tersebut memungkinkan agen AI memberikan wawasan mendalam, rekomendasi, dan langkah remediasi yang relevan bagi setiap bisnis seluler. Agen-agen ini memperkuat tim keamanan siber, tim anti-penipuan, dan tim jaringan dengan kemampuan penalaran otonom melalui model interaksi âask me anythingâ bagi seluruh pengguna.
âBisnis seluler membutuhkan beragam rekan kerja Agentic AI untuk melawan penipuan dan ancaman siber lainnya,â ujar Tom Tovar, CEO sekaligus co-creator Appdome, melalui keterangan tertulis baru-baru ini.
âAgentic AI menghadirkan pembelajaran, penalaran, dan pengambilan keputusan yang jauh lebih cepat dalam skala data besar. Appdome adalah satu-satunya platform di dunia yang memiliki data ancaman, konteks, dan kesadaran yang cukup untuk membuat Agentic AI benar-benar relevan bagi pertahanan siber,â tambahnya.
Menggunakan Agentic AI untuk Melindungi Bisnis Seluler
Agentic AI Suite terbaru dari Appdome merupakan layanan opsional (opt-in) yang terdiri dari lima agen spesialis. Dua agen yang telah diluncurkan adalah Support Agent dan SecOps Agent. Agen lainnya yang direncanakan meliputi DevOps Agent, Defense Posture Management (DPM) Agent, dan Threat Research Agent.
Setelah diaktifkan, setiap agen menggunakan beragam model Agentic AI untuk menyaring, menganalisis, dan mengevaluasi data seluler serta data ancaman yang relevan. Agen-agen ini terus menerima pembaruan dari pipeline data Appdome, kemudian menggunakan data tersebut untuk bernalar, berkolaborasi, dan berinteraksi secara otonom dengan tim seluler.
âSemua orang memiliki akses ke ChatGPT dan copilot generik,â kata Avi Yehuda, CTO sekaligus co-creator Appdome. âMasalahnya, alat AI generik tidak memiliki data seluler, konteks pertahanan, dan pemahaman ancaman yang spesifik untuk tiap bisnis. Agen AI Appdome menghubungkan Agentic AI dengan data seluler dan data ancaman sehingga AI dapat memberikan jawaban, wawasan, dan rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan,â tambahnya.
Pembeda utama Agen AI Appdome adalah desainnya sebagai ârekan timâ, bukan sekadar âasistenâ. Artinya, setiap agen dapat bertindak secara mandiri, seperti secara proaktif memberi tahu tim seluler ketika menemukan tren baru atau temuan penting tanpa memerlukan pengaturan peringatan dan notifikasi yang rumit.
Pendekatan ini membantu tim keamanan siber, tim anti-penipuan, tim DevOps, dan tim dukungan untuk memanfaatkan Agentic AI seiring pertumbuhan bisnis, mengatasi keterbatasan sumber daya dan keahlian, mempercepat siklus pengambilan serta pelaksanaan tindakan, dan mencapai hasil dengan lebih cepat.
Sebagai contoh, dengan Agentic AI Suite Appdome, tim keamanan dapat memangkas mean time to respond (MTTR) hingga 90%, berkat waktu investigasi yang lebih singkat, beban analis yang lebih ringan, serta implementasi cepat melalui model penerapan âclick to defendâ dari Appdome.
âDefense Agent Appdome memberikan nilai jauh melampaui sekadar opini atau informasi,â ujar Jason Bloomberg, Managing Director perusahaan analis Intellyx. âAgen-agen ini menggabungkan kekuatan AI dengan data aktual organisasi terkait aplikasi seluler, ancaman, dan pertahanannya untuk menghasilkan wawasan dan rekomendasi yang proaktif, objektif, serta berbasis penalaran,â ucapnya.
Kolaborasi Perusahaan dalam Keamanan Siber
Program keamanan siber dan anti-penipuan kini tidak lagi dapat berjalan secara terpisah. Di era ancaman yang dihasilkan, digerakkan, dan diperkuat oleh AI, merek seluler perlu menyatukan data dari seluruh lanskap ancaman serta menggantikan pengambilan keputusan manual dengan alur kerja digital guna memperoleh visibilitas, pengelolaan, dan kendali atas postur pertahanan bisnis.
Salah satu keunggulan utama Agen AI Appdome adalah kemampuannya memungkinkan berbagai pemangku kepentinganâmulai dari tim keamanan siber, engineering, anti-penipuan, jaringan, dukungan, hingga tim bisnisâuntuk berinteraksi langsung dengan agen dan berkolaborasi dalam inisiatif pertahanan lintas organisasi.
Untuk mendukung kolaborasi tersebut, Appdome menambahkan fitur like, komentar, penandaan pengguna, serta berbagi peringatan, temuan, rekomendasi, dan wawasan dari Agen AI kepada pihak lain di dalam organisasi yang sama. Dengan demikian, pembelajaran Agentic AI dapat tersebar lebih cepat ke seluruh organisasi dan membantu menjembatani kesenjangan pengetahuan antar-tim.
âKolaborasi aktif terkait pertahanan apa yang harus diterapkan dan bagaimana konfigurasinya sudah berlangsung,â jelas Gil Hartman, Field CTO sekaligus founding engineer Appdome. âNamun, merek seluler menyampaikan bahwa email dan kanal Teams saja tidak cukup. Mereka ingin menggunakan Appdome sebagai alat kolaborasi internal untuk melindungi bisnis seluler dari penipuan, pengambilalihan akun, dan risiko siber dalam skala besar.â
Agentic AI dalam Enterprise Guardrail Appdome
Meski ChatGPT dan sistem Agentic AI lainnya membuka kemampuan penalaran otonom berbasis informasi publik, risikonya juga tidak kecil. Agentic AI Suite Appdome menghadirkan kemampuan serupa, namun dibatasi secara aman di dalam data milik masing-masing merek seluler pada platform Appdome.
Dengan pendekatan ini, seluruh wawasan dan keputusan AI tetap relevan dengan konteks bisnis, aplikasi, permukaan serangan, perangkat, serta topologi distribusi masing-masing merek, sekaligus terlindungi dalam platform aman yang mencegah kebocoran data ke model AI publik.
Dalam konteks tersebut, merek seluler dapat menggunakan Agentic AI secara aman untuk mengeksplorasi dan memahami data ancaman mereka sendiri, membandingkan postur serangan dan pertahanan dengan tren industri maupun regional, melakukan pengambilan keputusan objektif, serta mempercepat penyelesaian ancaman di perangkat dan API.
Seluruh agen beroperasi sepenuhnya di dalam platform Appdome untuk memastikan enterprise guardrail yang diperlukan telah diterapkan, termasuk kebijakan tanpa pembelajaran dan tanpa penyimpangan data, isolasi intelijen berbasis tenant, serta tata kelola penuh atas setiap tindakan agen melalui kontrol audit dan akses Appdome.
Appdome juga menggunakan pendekatan Context Engineering, bukan RAG generik, untuk memastikan seluruh penalaran AI didasarkan secara eksklusif pada telemetri ancaman dan konteks pengembangan yang terverifikasi serta dikelola Appdome.
âMerek seluler yang menggunakan Appdome tidak menginginkan black box atau SDK terpisah. Mereka menginginkan data ancaman yang terpadu, dengan visibilitas, pengelolaan, dan kontrol tingkat perusahaan di setiap lapisan,â jelas Srini Avernini, VP of Data and Infrastructure Appdome.
âKabar baiknya, Agen AI Appdome berjalan di atas platform tingkat perusahaan Appdome yang telah menyatukan data serta memiliki seluruh kontrol akses, audit perubahan, dan manajemen data yang dibutuhkan untuk menggabungkan fungsi keamanan siber dan anti-penipuan secara aman dan efisien,â lanjutnya.
- keamanan siber
- Agen AI
- Appdome
- Agentic AI Suite
- industri seluler
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Warga Bandung Susah Akses Kesehatan Karena Puskesmas Libur Lebaran
-
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi pada 18 Maret
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Siap Layani Wisatawan, Becak Kayuh di Yogyakarta Kini Sudah Bertenaga Listrik
-
India Kembangkan Drone AVATAAR yang Dapat Terbang Sekaligus Menyelam di Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.