Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PTPN Group Perkuat Kinerja Operasional Lewat Integrasi Rantai Pasok dan Digitalisasi Proses Bisnis

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 13:17 WIB | Oleh:
PTPN Group Perkuat Kinerja Operasional Lewat Integrasi Rantai Pasok dan Digitalisasi Proses Bisnis Doc: PTPN Group
Ket. PTPN Group melakukan transformasi dengan memperkuat kinerja operasional dan keuangan, juga meningkatkan daya tahan terhadap dinamika industri

JAKARTA - Di tengah tantangan dan dinamika industri agribisnis yang terus bergerak cepat, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) kembali membuktikan komitmennya untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Hingga April 2025, PTPN Group berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar 16,48 triliun rupiah, yang tak hanya melampaui target RKAP (102%) tetapi juga tumbuh 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih perusahaan juga melonjak hingga 1,23 triliun rupiah, atau setara 301,4% dari RKAP dan naik 3.165% secara tahunan. Sementara EBITDA mencapai 4,09 triliun rupiah, lebih tiga kali lipat dari target perusahaan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa angka-angka ini bukan sekadar capaian bisnis, tetapi buah dari kerja keras panjang sejak tahun 2020 lalu.

“Transformasi yang kami lakukan bukan hanya memperkuat kinerja operasional dan keuangan, tetapi juga meningkatkan daya tahan PTPN Group terhadap dinamika industri. Dengan efisiensi yang berkelanjutan dan penguatan struktur permodalan, kami terus berupaya untuk menjadi perusahaan agribisnis nasional yang modern, sehat, dan berdaya saing,” ujar Ghani melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (30/5).

Dari catatan positif ini, komoditas sawit tetap menjadi tulang punggung utama. Dengan pendapatan mencapai 13 triliun rupiah atau 120% dari target, sawit menyumbang kontribusi terbesar. Harga jual rata-rata CPO yang mencapai 14.530 rupiah per kg (121% dari RKAP) dan efisiensi biaya, menjadikan EBITDA sawit menyentuh angka 4,47 triliun rupiah.

Sementara itu, komoditas gula dari tebu menjadi kejutan manis tahun ini. Volume penjualan gula mencapai 96 ribu ton dan masih 89,5% dari target, namun dengan endapatan 1,61 triliun rupiah, EBITDA telah mencapai 250 miliar rupiah atau 245% dari target. Harga jual gula pun solid di angka rata-rata 15.595 rupiah per kg.

Komoditas karet juga tampil kompetitif, mencatat pendapatan 1,29 triliun rupiah dan harga jual tinggi sebesar 34.090 per kg. Kinerja ini menghasilkan EBITDA 238 miliar miliar, melampaui target hingga 442%.

Fundamental Keuangan Kian Kokoh

Di sisi neraca keuangan, kekuatan PTPN Group makin solid. Total aset mencapai 146,6 triliun rupiah dan ekuitas sebesar 75,61 triliun rupiah. Yang patut diapresiasi adalah posisi saldo laba, yang dalam lima tahun terakhir membaik drastis, yakni dari minus 15,19 triliun rupiah pada 2020 menjadi hanya minus 1,5 triliun rupiah per April 2025.

Perusahaan juga mencatat arus kas operasi (NOCF) sebesar 1,86 triliun rupiah, didorong penerimaan dari pelanggan yang melampaui target. Sementara itu, pengeluaran untuk investasi masih terjaga dengan realisasi sekitar 24% dari RKAP.

“Kami menjaga ketat pengelolaan arus kas dan pengeluaran investasi, sembari tetap mengupayakan efisiensi di berbagai lini operasional. Hal ini membuat PTPN Group tetap solid di tengah fluktuasi industri dan harga komoditas,” ujar Ghani.

Sejak dimulainya restrukturisasi menyeluruh pada 2020, PTPN Group terus memperkuat dirinya melalui integrasi rantai pasok, digitalisasi proses bisnis, serta pembentukan subholding berdasarkan komoditas utama: PalmCo, SugarCo, dan SupportingCo. Langkah ini bukan sekadar pembenahan organisasi, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi akselerasi bisnis jangka panjang.

“Kami meyakini bahwa dengan konsistensi menjalankan transformasi, tata kelola yang semakin baik, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Holding Perkebunan akan terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan energi nasional,” tutup Ghani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.