Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jabar Beri Bantuan Korban Longsor Gunung Kuda

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 22:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jabar Beri Bantuan Korban Longsor Gunung Kuda Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Herman Suryatman (memakai pakaian putih) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jabar, Jumat (30/5/2025).

CIREBON – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai menyalurkan bantuan logistik untuk keluarga korban longsor di kawasan tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, di Cirebon, Jumat (30/5), mengatakan bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban yang terdampak langsung bencana tersebut.

“Kita sudah siapkan sekitar 100 paket logistik untuk keluarga korban, dan saya minta semua bantuan ini diantar langsung ke rumah masing-masing,” katanya.

Ia menyampaikan bantuan logistik itu berisi kebutuhan pokok yang mendesak untuk keluarga korban seperti bahan makanan, perlengkapan harian, serta kebutuhan anak-anak.

Selain logistik, kata dia, Pemprov Jabar juga memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga atau ahli waris dari korban yang meninggal dunia dalam peristiwa longsor tersebut.

“Jangan sampai keluarga korban yang datang mengambil. Semua harus kita antar agar mereka tidak semakin kesulitan,” ujarnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini, petugas gabungan telah mengevakuasi 14 korban meninggal dunia dari lokasi tambang di kawasan Gunung Kuda Cirebon.

Pemprov Jabar, lanjut dia, sudah berkomitmen untuk membantu pemulihan keluarga korban, termasuk melalui pelatihan kerja.

“Kita akan bantu masa depan mereka dengan pelatihan keterampilan supaya mereka bisa bangkit kembali,” katanya.

Pada sisi lain, Herman juga telah meminta Pemkab Cirebon untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana guna memperlancar upaya penanganan di lapangan.

Menurut dia, status tanggap darurat ini sudah dikonsultasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena menyangkut kehidupan masyarakat terdampak.

“Status tanggap darurat akan berlaku tujuh hari ke depan agar proses evakuasi dan penanganan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman memastikan pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan, terkait status darurat bencana dan pembentukan posko bencana pada Jumat malam ini.

“Kita akan bergerak cepat supaya penanganan korban longsor bisa optimal dan mencegah kemungkinan adanya longsor susulan,” ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.