• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Jumlah Pria Makin Berkuran...

Jumlah Pria Makin Berkurang, Bahkan Akan Punah. Inilah Bukti Penelitiannya

Jumat, 30 Mei 2025, 15:33 WIB

Bogor, koran-jakarta.com; Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Secara global dari seluruh dunia data menunjukkan bahwa jumlah pria di dunia lebih banyak daripada wanita, dengan rasio sekitar 102 pria per 100 wanita.

Namun menurut hasil penelitian terbaru tentang keberadaan kromosom Y yaitu kromosom yang bertanggungjawab pada pembentukan sperma (jenis kelamin pria), ternyata fakta berkata lain. Seperti kami kutip dari sciencefocus.com, menurut penelitian terkini, kromosom Y, faktor krusial yang menentukan apakah seseorang berjenis kelamin laki-laki, mulai rusak. Hal itu berdampak pada potensi pengurangan kelahiran manusia berjenis kelamin laki-laki.

Menurut penelitian dari La Trobe University di Australia, kromosom Y telah kehilangan sebagian besar gennya dalam 200 juta tahun terakhir. Jika laju ini terus berlanjut, kromosom Y bisa benar-benar hilang dalam waktu sekitar 4,6 juta tahun. Walau terdengar lama, dalam skala evolusi, itu adalah waktu yang cukup singkat.
Kromosom Y telah mengalami degenerasi berat dan pada akhirnya dapat menghilang sepenuhnya. Namun, apa yang akan terjadi setelah kromosom Y hilang? Akankah kita memiliki jenis kelamin baru? Atau spesies laki-laki akan tiba-tiba punah? Kami berbicara dengan Jenny Graves, seorang ahli genetika ternama dari Australia dan pakar terkemuka tentang kromosom Y untuk memberi tahu kami informasi tentang apa yang sedang terjadi.
Temuan ini membuat banyak ahli mempertanyakan masa depan evolusi manusia, khususnya dalam hal reproduksi.

Kromosom Y adalah kromosom seks yang hanya dimiliki oleh laki-laki. Ia menentukan jenis kelamin pria dan bertanggung jawab atas produksi sperma. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kromosom Y menyusut selama jutaan tahun terakhir dan kini hanya menyimpan sekitar 55 gen, jauh lebih sedikit dibandingkan kromosom X yang memiliki lebih dari 1.000 gen. 

Tentu ini memicu pertanyaan besar: Apakah manusia laki-laki akan punah? Para ilmuwan menjelaskan bahwa bukan berarti pria akan menghilang begitu saja. Dalam sejarah evolusi, beberapa spesies hewan sudah kehilangan kromosom Y, namun mereka berhasil membentuk sistem penentu jenis kelamin baru. Hal ini menunjukkan bahwa manusia pun mungkin akan berevolusi dan menciptakan solusi baru untuk bertahan.

Contohnya adalah tikus jenis spiny rat di Jepang yang sama sekali tidak memiliki kromosom Y, namun tetap memiliki jantan dan betina. Ini bisa terjadi karena gen penentu jenis kelamin berpindah ke kromosom lain. Hal ini memberi harapan bahwa manusia juga dapat mengalami proses serupa di masa depan.

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami bagaimana tubuh manusia akan beradaptasi jika kromosom Y benar-benar menghilang. Beberapa ilmuwan bahkan menyebut ini sebagai “tantangan terbesar dalam evolusi manusia modern.” Apakah manusia akan mampu menciptakan sistem reproduksi baru?

Meski terdengar menakutkan, kita tak perlu panik. Proses ini berlangsung sangat lambat, dan sains terus berkembang. Selama ribuan tahun ke depan, manusia mungkin bisa menciptakan solusi melalui rekayasa genetika atau teknologi reproduksi buatan. Evolusi memang selalu menemukan jalan.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu percaya manusia akan mampu mengatasi tantangan ini? Atau kamu justru penasaran dengan seperti apa bentuk manusia di masa depan? Coba bayangkan, bagaimana jika jenis kelamin di masa depan tak lagi ditentukan oleh kromosom seperti sekarang?

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.