Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Perluas Ancaman Tarif Ponsel Apple ke Semua Telepon Pintar

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 12:35 WIB | Oleh:
Trump Perluas Ancaman Tarif Ponsel Apple ke Semua Telepon Pintar Doc: AFP

WASHINGTON DC -  Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat (23/5) mengancam Apple dan produsen telepon pintar lainnya dengan tarif sebesar 25 persen kecuali perangkat mereka dibuat di Amerika Serikat.

Trump awalnya mengatakan tarif hanya akan berlaku untuk Apple - sebuah langkah yang tidak biasa untuk menunjuk perusahaan tertentu dalam kebijakan perdagangan. Namun, ia kemudian memperluas ancamannya hingga mencakup semua produsen ponsel pintar.

"Itu juga akan berlaku untuk Samsung dan siapa pun yang membuat produk itu, kalau tidak, itu tidak akan adil," kata Trump kepada wartawan di Washington, seraya menambahkan bahwa tarif baru akan berlaku pada akhir Juni.

Sementara Apple mendesain produknya di Amerika Serikat, sebagian besar perakitan iPhone dilakukan di Tiongkok, yang masih terlibat dalam perang dagang dengan Amerika Serikat.

Apple telah mengumumkan rencana untuk mengalihkan sebagian produksinya ke negara lain, termasuk India, tetapi Trump mengatakan hal ini tidak akan memenuhi tuntutannya.

Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump menulis bahwa ia sudah lama memberi tahu Tim Cook dari Apple bahwa saya memperkirakan iPhone yang akan dijual di Amerika Serikat akan diproduksi dan dibuat di Amerika Serikat, bukan di India, atau tempat mana pun.

"Jika tidak demikian, Tarif minimal 25 persen harus dibayarkan oleh Apple kepada AS," tambah dia.

Komentar Trump menggemakan pernyataan yang dibuatnya selama perjalanan ke Qatar pekan  lalu, ketika ia mendesak Apple untuk membawa produksi iPhone ke dalam negeri.

"Saya punya sedikit masalah dengan Tim Cook," kata Trump pada tanggal 15 Mei.

Dia menceritakan bagaimana dia memberi tahu CEO Apple: "Kami tidak tertarik Anda membangun di India... kami ingin Anda membangun di sini dan mereka akan meningkatkan produksi mereka di Amerika Serikat."

Saingan utama Apple, Samsung dari Korea Selatan, berada dalam situasi serupa, dengan sebagian besar produksinya berada di Vietnam, Tiongkok dan India.

Apple dan Samsung menguasai sekitar 80 persen penjualan ponsel pintar di Amerika Serikat. Para pemain yang lebih kecil seperti Google, Xiaomi, dan Motorola juga memproduksi sebagian besar ponsel mereka di luar negeri.

Para analis secara umum sepakat bahwa mengalihkan produksi iPhone ke Amerika Serikat tidaklah realistis dan akan memerlukan perombakan mendasar terhadap model bisnis Apple - sebuah proses yang dapat memakan waktu bertahun-tahun, jika memang memungkinkan.

Menurut perkiraan Wedbush Securities, sekitar 90 persen produksi dan perakitan iPhone Apple tetap berpusat di Tiongkok meskipun ada beberapa peralihan produksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.