Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geothermal, Pembangunan Rendah Karbon, dan Transisi Energi

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 13:57 WIB | Oleh:
Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geothermal, Pembangunan Rendah Karbon, dan Transisi Energi Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula bersama Jacquie Dean di Jakarta.

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula bersama Jacquie Dean dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru serta delegasi lainnya.

Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya penguatan kerja sama strategis di bidang transisi energi, pembangunan rendah karbon hingga kolaborasi dalam pengembangan sumber daya alam panas bumi atau Geothermal.

Kepada delegasi dari Selandia Baru, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Selain itu, Indonesia juga berupaya mewujudkan ketahanan energi, air hingga pangan.

“Semua kebijakan menuju target pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional akan dilakukan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan untuk mencapai Net Zero Emissions tahun 2060 mendatang,” kata Eddy.

Dalam diskusi tersebut, Eddy menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga angin, energi surya dan khususnya Panas Bumi atau Geothermal. Apalagi Indonesia dan Selandia Baru diketahui memiliki sumber daya Geothermal yang berlimpah.

Secara khusus, Eddy berharap Indonesia dan Selandia Baru bisa saling berkolaborasi agar pengembangan sumber-sumber Geothermal di Indonesia, bisa dikembangkan secara cepat dengan dukungan teknologi dan pengalaman dari Selandia Baru.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya Geothermal hingga 24 GW namun yang termanfaatkan baru sekitar 10 persen. Sementara kita juga memahami bahwa Selandia Baru memiliki sumber daya Geothermal yang berlimpah dan sampai saat ini berkontribusi hingga 80 persen dalam pasokan listrik disana,”

“Pencapaian Selandia Baru ini harapannya bisa diikuti oleh Indonesia dengan transfer of knowledge, transfer of information hingga berbagi pengalaman untuk memaksimalkan potensi Geothermal,” lanjutnya.

Anggota DPR RI Komisi XII ini juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon ditentukan salah satunya oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.

"Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon ditentukan salah satunya dari kemampuan membangun kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas kepentingan. Kami di MPR RI akan terus mendorong terbentuknya kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi mendatang," tutup Eddy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.