Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyakit Kritis Mengintai, Generasi Muda Disarankan Lindungi Diri dengan Asuransi

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Penyakit Kritis Mengintai, Generasi Muda Disarankan Lindungi Diri dengan Asuransi Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Acara peluncuran Asuransi Allianz Critical Plus di Jakarta, pada hari Kamis (22/5).

JAKARTA – Tren penyakit kritis di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Data yang disebutkan pada Laporan Tahunan JKN 2023 mencatat bahwa sepanjang periode 2018–2023, penyakit jantung adalah jumlah penyakit dan beban tertinggi dalam pelayanan JKN.

Penyakit tersebut mengalami peningkatan kasus sebesar 72 persen dan peningkatan beban jaminan sebesar 88 persen. Kasus kanker meningkat sebesar 94 persen disertai peningkatan beban jaminan sebesar 101 persen. Sedangkan stroke menunjukkan peningkatan kasus hingga 81 persen, dengan peningkatan beban biaya 129 persen

Sementara menurut World Economic Forum 2015, potensi kerugian ekonomi akibat penyakit tidak menular (termasuk penyakit jantung dan kanker) di Indonesia pada periode 2012-2030 diproyeksikan mencapai 4,47 triliun rupiah. Angka ini setara dengan lebih dari tiga kali Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara di tahun 2024 yang berada di kisaran 1,44 triliun dollar AS.

Kerugian tersebut tidak hanya terbatas pada biaya pengobatan, tetapi juga mencakup hilangnya produktivitas karena pasien memperoleh penghasilan selama masa perawatan dan pemulihan. Peningkatan klaim ini juga terlihat pada data yang dimiliki PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) terkait penyakit kritis, klaim yang dibayarkan kepada nasabah dalam tiga tahun terakhir paling banyak terkait dengan tiga penyakit kritis: kanker, penyakit jantung, dan stroke.

Allianz Life sendiri telah membayarkan klaim manfaat perlindungan penyakit kritis kepada nasabah sebesar 560 miliar rupiah, untuk lebih dari 2.800 kasus klaim di tahun 2024 lalu. Faktanya, meskipun penyakit-penyakit kritis ini umumnya dianggap sebagai risiko kesehatan bagi generasi yang lebih tua, data klaim yang dibayarkan Allianz selama periode 2022-2024 menunjukkan bahwa 35 persen klaim penyakit kritis diajukan oleh nasabah yang berusia di bawah 40 tahun.

Data tersebut menggarisbawahi bahwa risiko penyakit kritis tidak hanya menjadi risiko kesehatan yang dapat terjadi kepada golongan lanjut usia, namun juga bagi mereka yang berada dalam usia produktif. Tentunya hal ini dapat mengganggu rencana finansial keluarga yang sedang disusun pada usia tersebut.

Untuk merespons tantangan kesehatan dan risiko finansial yang semakin kompleks di Indonesia, Allianz Life memperkenalkan produk terbaru Asuransi Allianz Critical Plus, solusi asuransi jiwa yang memberikan perlindungan finansial terhadap risiko penyakit kritis, untuk membantu nasabah mengelola dampak finansial dari situasi kesehatan yang tak terduga.

“Allianz Indonesia berkomitmen untuk selalu berada di garis depan dalam menyediakan solusi yang relevan bagi nasabah, terutama untuk kesehatan. Kami memahami bahwa penyakit kritis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas finansial keluarga. Melalui Asuransi Allianz Critical Plus, kami berharap dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia meminimalisir risiko dampak finansial dan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, sehingga mereka dapat fokus pada hal yang paling penting: pemulihan kesehatan,” kata Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz pada acara peluncuran Asuransi Allianz Critical Plus di Jakarta, pada hari Kamis (22/5).

Pada kesempatan tersebut, Tasya Kamila, seorang public figure, mengungkapkan pengalaman pribadi menghadapi risiko penyakit kritis yang terjadi kepada pasangannya telah mengubah pandangan terhadap pentingnya proteksi sejak dini.

 “Suami saya didiagnosis dengan kanker getah bening Hodgkin’s Lymphoma pada usia 31 tahun. Saat itu, Ia dalam kondisi sehat dan sedang mempersiapkan diri untuk lomba marathon. Bersamaan juga dengan mempersiapkan kuliah pascasarjana, Ia baru saja resign dari pekerjaannya dan kami belum memiliki asuransi pribadi,” ungkapnya

“Langkah yang kami lakukan saat itu adalah menjalani pengobatan dengan segera, jadi kami mengandalkan tabungan dan dana darurat untuk biaya pengobatan. Di sisi lain, saya juga harus mengatur waktu dengan lebih bijak untuk mendampingi pengobatan suami dan mengurus anak pertama kami yang berusia satu tahun. Pengalaman ini mengajarkan kami betapa pentingnya memiliki perlindungan finansial untuk menghadapi risiko yang datang secara tiba-tiba,” ungkap Tasya.

Menanggapi fenomena meningkatnya penyakit kritis pada usia produktif, Aliyah Natasya, Certified Financial Planner, memaparkan bahwa banyak keluarga di Indonesia masih belum memiliki ketahanan finansial yang cukup untuk menghadapi risiko serius, salah satunya adalah penyakit kritis.

“Ketika ada anggota keluarga terdiagnosa penyakit kritis, biaya tidak hanya berhenti di rumah sakit, tapi ada banyak biaya lain yang dibutuhkan untuk mendukung pengobatan serta biaya-biaya rutin lainnya yang tetap berjalan,” ungkapnya.

Hal tersebut semakin memberikan tekanan finansial ketika yang terkena penyakit kritis adalah pencari nafkah, di mana dia tidak bisa memperoleh penghasilan selama sakit. Penting untuk dipahami bahwa perencanaan keuangan itu krusial dan yang tidak bisa ditunda adalah perlindungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.