KKP Perluas Taman Laut, Hadang Panas Global
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Kawasan konservasi laut melindungi habitat vital bagi berbagai spesies laut, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan kawasan mangrove, yang penting untuk siklus hidup dan keberlangsungan spesies.
Kawasan konservasi laut membantu melindungi spesies yang terancam punah atau langka, seperti dugong, penyu, dan berbagai jenis ikan. Dengan melindungi ekosistem yang beragam, kawasan konservasi laut membantu menjaga keanekaragaman hayati di laut, memastikan keberagaman genetik dan spesies tetap terjaga.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas kawasan konservasi laut menjadi strategi utama dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap biota laut dan ekosistem perairan Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan dengan memperluas konservasi, maka seluruh biota laut termasuk ekosistem seperti terumbu karang dan padang lamun dapat terlindungi secara menyeluruh dan tidak terganggu oleh aktivitas manusia.
"Makanya, kita perluas konservasi. Dengan memperluas konservasi, itu seluruh biota termasuk ekosistem kaya koral, padang lamun itu bisa terjaga," kata Trenggono ditemui di sela menghadiri "16th Anniversary of CTI-CPF and Coral Triangle Day 2025" di Jakarta, Kamis (22/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, konservasi laut yang dijaga dengan baik sangat penting mengingat perairan Indonesia dilintasi oleh sirkulasi termohalin yang membuat wilayah ini strategis dalam menyerap dampak perubahan iklim global.
Trenggono menyebut jika perubahan iklim tidak diantisipasi, maka kerugian terhadap sektor kelautan sangat besar meski angka pasti kerugian belum dihitung secara rinci oleh kementeriannya.
Ia menyoroti laut memiliki potensi serapan karbon lima kali lebih besar daripada hutan darat, sehingga kawasan konservasi laut berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena konservasi kan harus protected, nggak boleh diganggu. Itu kan jadi concern kita, itu penting banget karena kan dengan alam Indonesia yang dilintasi oleh sirkulasi termohalin, ini kan paling bagus," ucapnya.
Untuk itu, KKP menargetkan perluasan kawasan konservasi laut hingga mencapai 30 persen dari wilayah laut Indonesia atau sekitar 97,5 juta hektare pada tahun 2045 mendatang.
Trenggono menambahkan bahwa pihaknya telah menginisiasi usulan ke International Maritime Organization (IMO) agar kawasan konservasi tidak dilintasi kapal logistik, penumpang, wisata, maupun kapal penangkap ikan demi menjaga kelestarian.
"Kita sudah inisiasi juga untuk kita bawa ke IMO (International Maritime Organization). Supaya ruang konservasi yang di laut ini tidak dilintasi," jelasnya.
Saat ini, lanjut Trenggono, kawasan konservasi laut Indonesia telah mencapai 29 juta hektare, dan KKP tengah memperkuat wilayah konservasi di Laut Samu yang mendapat dukungan pendanaan dari World Bank.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!