Kecelakaan Besar Terjadi Saat Peluncuran Kapal Perusak Korea Utara yang Baru
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 08:19 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: KCNA via Yonhap
SEOUL - Kecelakaan besar terjadi pada upacara peluncuran kapal perusak angkatan laut Korea Utara yang baru, media pemerintah melaporkan pada hari Kamis (22/5). Pemimpin Kim Jong Un mengatakan kecelakaan itu adalah "tindakan kriminal".
Pada upacara peluncuran kapal perusak baru seberat 5.000 ton di kota pelabuhan timur Chongjin pada hari Rabu (21/5) "terjadi kecelakaan serius," kata Kantor Berita Pusat Korea resmi, KCNA.
Menyalahkan "komando yang tidak berpengalaman dan kecerobohan operasional" saat peluncuran yang disaksikan oleh Kim, KCNA mengatakan ada kecelakaan yang menyebabkan "beberapa bagian dasar kapal perang hancur".
Dikatakan, kecelakaan itu berhasil "menghancurkan keseimbangan kapal perang."
Kim menyaksikan seluruh kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai "tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan total," dan ia memperingatkan hal itu "tidak dapat ditoleransi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan "kesalahan tidak bertanggung jawab" dari pejabat yang bertanggung jawab akan "ditangani pada rapat pleno Komite Sentral Partai yang akan diselenggarakan bulan depan".
Pyongyang meluncurkan kapal kelas perusak berbobot 5.000 ton bernama Choe Hyon bulan lalu.
Saat itu, media pemerintah memuat gambar Kim menghadiri upacara peluncuran bersama putrinya Ju Ae, yang oleh banyak ahli dianggap sebagai calon penggantinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Utara mengklaim kapal itu dilengkapi dengan "senjata paling kuat", dan akan "mulai beroperasi awal tahun depan".
Beberapa analis mengatakan kapal itu dapat dilengkapi dengan rudal nuklir taktis jarak pendek -- meskipun Korea Utara belum membuktikan kemampuannya untuk mengecilkan senjata nuklirnya.
Memperkuat Angkatan Laut
Militer Korea Selatan mengatakan Choe Hyon dapat dikembangkan dengan bantuan Russia, mungkin sebagai imbalan atas pengerahan ribuan tentara Pyongyang untuk membantu Moskow memerangi Kyiv.
Russia dan Korea Utara baru-baru ini mengumumkan telah mulai membangun jembatan jalan pertama yang menghubungkan kedua negara tetangga tersebut.
Korea Utara juga meluncurkan serangkaian rudal balistik tahun lalu yang melanggar sanksi PBB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!