Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lima Pantai Tulungagung Dipenuhi Sampah akibat Luapan Sungai Niyama

📅 Senin, 19 Mei 2025, 21:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lima Pantai Tulungagung Dipenuhi Sampah akibat Luapan Sungai Niyama Doc: ANTARA
Ket. Kondisi pantai yang kotor dan penuh sampah imbas pembukaan terowongan Niyama, di Pantai Sidem, Tulungagung, Senin (9/5/2025).

TULUNGAGUNG - Lima kawasan wisata pantai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dipenuhi sampah kiriman dari wilayah hulu dan masuk ke muara melalui terowongan Niyama dalam beberapa hari terakhir.

Kepala bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi, Senin (19/5), mengatakan material sampah yang terbawa arus terdampar di sejumlah pantai, yakni Pantai Niyama, Sidem, Gemah, Bayem, dan Midodaren.

"Air sungai dari Tulungagung dan Trenggalek bermuara di Sungai Niyama. Saat debit air naik dan terowongan Niyama dibuka, otomatis material sampah ikut terbawa ke pesisir," kata Yudha.

Ia menyebut luapan tersebut dipicu tingginya debit air sungai menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Tulungagung dan Trenggalek lalu masuk ke jaringan Sungai Parit Raya dan Patut Agung menuju bendung Niyama yang ada di wilayah Besuki, Tulungagung.

Menurut Yudha, sampah yang menumpuk di bibir pantai terdiri dari ranting, batang kayu, hingga limbah rumah tangga. DLH Tulungagung telah berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di masing-masing lokasi untuk melakukan pembersihan.

Selain melibatkan Pokdarwis, upaya pengangkutan juga dibantu oleh Perum Jasa Tirta (PJT), selaku pengelola kawasan Sungai Niyama.

"Sejak awal PJT memang sudah berkomitmen membantu proses pengangkutan sampah yang terbawa luapan air," ujarnya.

Yudha menjelaskan kondisi serupa rutin terjadi setiap musim hujan saat curah hujan tinggi.

Meski PJT telah menyiagakan alat berat untuk menyaring sampah sebelum masuk ke terowongan Niyama, volume sampah yang tinggi acap kali menyebabkan material lolos ke muara dan mencemari pantai.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah hulu agar tidak membuang sampah ke sungai demi menjaga kebersihan kawasan pesisir yang menjadi destinasi wisata unggulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.