Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Dilirik Kementan: Lahan Kosong Jadi Harapan Pangan

📅 Senin, 19 Mei 2025, 15:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaltim Dilirik Kementan: Lahan Kosong Jadi Harapan Pangan Doc: ANTARA/ M Ghofar
Ket. Sawah di Samarinda, kaltim. Salah satu tanaman pangan penyumbang nilai tukar petani Kaltim.

SAMARINDA - Percetakan sawah baru, yang juga dikenal sebagai perluasan sawah, sangat penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. 

Program ini bertujuan untuk menambah luas lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan. 

Kementerian Pertanian (Kementan) menindaklanjuti arahan menteri terkait percepatan swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya untuk komoditas beras dengan mengidentifikasi ribuan hektare lahan potensial untuk percetakan sawah baru di wilayah tersebut.

"Memang kita melihat ada defisit beras sekitar 200.000 ton dari jumlah produksi yang tidak mencukupi konsumsi di Kaltim, namun tantangan bagi daerah ini untuk segera mewujudkan kemandirian pangan," ujar Penanggungjawab Swasembada Pangan Kaltim dari Direktorat Hortikultura Kementan, Inti Pertiwi Nashwari di Samarinda, Senin (19/5).

Saat ini, Kaltim memiliki potensi lahan untuk intensifikasi seluas 13.973 hektare, dan Menteri Pertanian menargetkan penambahan hingga 20.000 hektare. Ini menjadi tantangan bagi Kaltim untuk mencari tambahan sekitar 6.000 hektare lagi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Hal yang penting dioptimalkan, menurut Inti, adalah program cetak sawah baru atau ekstensifikasi. Program ini menyasar lahan-lahan yang belum termasuk dalam luas baku sawah di Kaltim.

"Dalam mengidentifikasi lahan ini, kami sangat berhati-hati. Ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Kita tidak bisa serta-merta memilih lahan, apalagi jika lahan tersebut merupakan kawasan hutan atau cagar alam," tegasnya.

Setelah melalui proses identifikasi yang cermat, Kementan sementara ini telah mengantongi potensi lahan seluas 1.890 hektare yang siap untuk dicetak menjadi sawah baru pada tahun 2025.

"Anggaran untuk survei, investigasi, dan desain pun sudah disiapkan," kata Inti.

Kemudian, strategi intensifikasi fokus pada peningkatan produktivitas lahan sawah yang sudah ada. Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan indeks pertanaman padi dari satu kali menjadi dua kali, bahkan tiga kali setahun.

"Kami juga berupaya meningkatkan produktivitas per hektare dari 3-4 ton menjadi lima ton," ucap Inti.

Menanggapi defisit beras Kaltim yang mencapai 200.000 ton per tahun, Inti menjelaskan bahwa selama ini kebutuhan tersebut dipasok dari daerah lain seperti Sulawesi dan Kalimantan Selatan.

"Distribusi dari daerah sekitar memang cukup lancar. Namun, target kita sekarang adalah bagaimana memenuhi 200.000 ton ini dari produksi dalam daerah sendiri," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Kementan memperkirakan dibutuhkan sekitar 400.000 ton gabah kering panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.