Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budayawan dan Pegiat Lingkungan Serukan Aksi Penyelamatan Gunung Slamet

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 19:31 WIB | Oleh:
Budayawan dan Pegiat Lingkungan Serukan Aksi Penyelamatan Gunung Slamet Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Ketua Yayasan Dhalang Nawan Bambang Barata Aji (dua dari kanan) dan budayawan Banyumas Titut Edi Purwanto (kanan) menanam bibit pohon nagasari pada lahan di lereng Gunung Slamet, Dusun Sirongge, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

BANYUMAS - Sejumlah budayawan, pelaku seni, dan pegiat lingkungan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyerukan aksi penyelamatan Gunung Slamet yang mengalami kerusakan akibat adanya alih fungsi dari hutan lindung menjadi lahan pertanian.

Seruan tersebut ditandai dengan aksi penanaman seratusan bibit pohon tahunan yang dimotori Yayasan Dhalang Nawan pada lahan di lereng selatan Gunung Slamet, Dusun Sirongge, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Minggu (18/5).

"Ini memang bentuknya menanam pohon tapi tujuannya, niat kami adalah niat untuk konservasi, niat untuk menjaga kehidupan terutama di lereng Gunung Slamet," kata Ketua Yayasan Dhalang Nawan Bambang Barata Aji.

Oleh karena itu pihaknya bersama sejumlah budayawan, pelaku seni, dan pegiat lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon tersebut menyerukan upaya penyelamatan Gunung Slamet yang saat sekarang mengalami kerusakan.

Menurut dia, kerusakan tersebut antara lain akibat adanya pembukaan kawasan hutan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) yang akhirnya terhenti karena tidak menemukan sumber panas bumi di Gunung Slamet.

"Kemudian di sisi barat Gunung Slamet ada pembukaan hutan untuk lahan tanaman kentang. Dalam rangka itu teman-teman sedang mengampanyekan Gunung Slamet sebagai taman nasional," katanya.

Ia mengakui sebagian orang menganggap taman nasional tidak bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi Gunung Slamet, karena pengelolanya dapat bekerja sama dengan pemodal besar untuk pembukaan lahan, sehingga tetap akan terjadi kerusakan.

Terkait dengan kekhawatiran itu, dia mengatakan pihaknya akan tetap mengawal pelaksanaan taman nasional di Gunung Slamet agar berjalan sesuai dengan ketentuan.

"Kami itu orang yang lahir di lereng Gunung Slamet, sehingga harus bersyukur dan punya rasa tanggung jawab untuk kelestarian gunung yang telah memberikan berkah kehidupan yang luar biasa. Jadi, gerakan sebenarnya adalah seruan untuk konservasi," katanya.

Bambang mengatakan salah satu bentuk konkret dari seruan tersebut berupa penanaman bibit pohon tahunan, seperti Nagasari dan Beringin, di Karangtengah yang merupakan salah satu desa paling ujung di lereng Gunung Slamet.

Salah seorang budayawan Banyumas, Titut Edi Purwanto mengatakan nenek moyang bangsa Indonesia memiliki kecerdasan yang tinggi untuk membaca peristiwa atau kejadian, yakni dengan mengatur tata mangsa (tata musim) , pola tanam diatur, hingga masa pemetikan.

"Bahkan itu sebuah kekuatan bahwa budaya yang ada adalah budaya agraris di mana kita harus punya kewajiban menurunkan kecerdasan ini kepada anak cucu untuk menjaga lingkungan dan menjaga alamnya agar kehidupan tetap stabil dan seimbang dalam konteks indahnya berbagi rasa, indahnya kebersamaan. Jadi kita punya kewajiban menjaga bumi pertiwi," katanya.

Menurut dia, disebut bumi pertiwi karena merupakan ibu yang setiap detik melahirkan untuk kehidupan penghuni buminya.

Oleh karena itu dia menyambut baik kegiatan penanaman bibit pohon tersebut karena gunung menjulang tinggi, hutan hijau di sana, samudera yang luas, sawah padi menguning, tapi masihkah di gunung yang indah dan hutan yang hijau itu ribuan mata air yang mengalir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.