Tinjau Militerisasi Siswa di Jawa Barar, KPAI: Cukup Baik
Sabtu, 17 Mei 2025, 18:10 WIBJAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meninjau 2 lokasi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membina siswa bermasalah dengan mengirim mereka ke barak militer. Ketua KPAI, Ai Maryati, mengatakan, program pendidikan karakter di Lembang dan Purwakarta itu cukup baik.
"Struktur program pendidikan karakter yang diterapkan di 2 lokasi dinilai cukup baik," ujar Ai, dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (16/5).
Dia menerangkan, program ini memuat unsur-unsur penting seperti pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial, pembentukan kedisiplinan, peningkatan kemandirian, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Meski begitu, belum terdapat standar baku yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan program, seperti belum ada panduan, petunjuk teknis (juknis) dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Hal ini, lanjut Ai, mengakibatkan adanya perbedaan pola pelaksanaan di 2 program yang dikunjungi. Perbedaan tersebut mencakup struktur program, ketersediaan sarana prasarana, rasio antara peserta dan pembina, serta metode pengajaran mata pelajaran sekolah yang tidak seragam meskipun berasal dari jenjang kelas dan jurusan yang berbeda.
"Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah perlindungan anak secara berkelanjutan," jelasnya.
Dia mengungkapkan, sebanyak 6,7 persen siswa tidak mengetahui alasan mereka dipilih mengikuti program. Temuan ini menunjukkan minimnya peninjauan kembali terhadap ketepatan sasaran peserta dalam pelaksanaan program.
"Bahkan ada ancaman bahwa siswa yang menolak mengikuti program bisa tidak naik kelas," katanya.
Ai menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan temuan di dua lokasi penyelenggaraan program yaitu do Lembang dan Purwakarta. Faktor penyebab utama mereka masuk ke dalam program ini adalah karena kebiasaan merokok, disusul oleh perilaku sering membolos sekolah, dan di urutan ketiga adalah keterlibatan dalam tawuran.
"Peserta program tidak ditentukan berdasarkan asesmen psikolog profesional, melainkan hanya rekomendasi guru BK," ucapnya.
- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
- KPAI
- Jawa Barat (Jabar)
- Barak Prajurit
- Militerisasi siswa
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Kawasan Rebana Dibidik Jadi Lumbung Perawat Bersertifikat untuk Menembus Pasar Jepang
-
Miris! Ada warga Jabar Tinggal Dekat Pembangkit Listrik, Tapi Tanpa Penerangan
-
Investasi di Pelatihan Tenaga Kerja, Investor Dapat Pengurangan Pajak 200%
-
Vokalis Band Element, Lucky Widja Meninggal Dunia pada Minggu Malam
-
PWI Jaya Salurkan Santunan bagi Yatim Piatu dan Warakawuri
-
KPAI Desak Sinergi Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak
-
UMKM Jayawijaya Diperkuat, Kemendes PDT Fokuskan Pengembangan Produk Unggulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.