Miris! Ada warga Jabar Tinggal Dekat Pembangkit Listrik, Tapi Tanpa Penerangan
Minggu, 22 Feb 2026, 21:53 WIBJAKARTA-Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna mengungkapkan keprihatinannya terhadap realita di lapangan bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit listrik, tetapi hidup tanpa akses penerangan.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT PLN (Persero) diketahui memiliki program "Jabar Caang" yang menargetkan elektrifikasi 100 persen pada tahun 2026, mencakup pemasangan listrik bagi 121.871 rumah di 1.425 desa. Namun, Ateng menyoroti bahwa pemerataan ini belum sepenuhnya menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.
Dia mengucapkan bahwa di Jawa Barat listrik memang melimpah, tetapi penyebarannya masih menyisakan daerah yang tak terjangkau. Seperti yang kami temukan di daerah Sukabumi, ironisnya ada beberapa kampung yang berada persis di sekitar atau 'Ring 1' wilayah operasional salah satu pembangkit listrik milik swasta.Â
"Masyarakat tahu di situ ada pembangkit listrik panas bumi, tetapi mereka sendiri sampai saat ini belum menerima aliran listrik atau bahkan tidak memiliki meteran listrik," tegas Ateng Sutisna kepada Parlementaria di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jumat, (2/02). dikutip dari laman resmi dpr.go.id
Lebih lanjut, Ateng mendesak agar program elektrifikasi desa dan "Jabar Caang" benar-benar diprioritaskan untuk menyasar masyarakat di lingkar operasional industri energi.
"Kita sedang berjuang agar ironi ini diselesaikan. Jangan sampai di satu sisi listrik kita melimpah, tapi di sisi lain masyarakat di hulu energi justru tertinggal," pungkas Politisi Fraksi PKS ini.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
DPR Minta Pengawasan Dua Taman Nasional di Lampung Diperketat
-
Pemkab Rejang Lebong Kenalkan Wisata Olahraga Hutan Kota
-
Tim Voli Indonesia Masuk Grup Berat AVC Mens Cup 2026
-
Jangan Sampai Bingung, Ini Strategi Agar Harga Mobil Listrik Tetap Murah di Seluruh Indonesia
-
Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan terhadap Kelestarian Pesisir di Teluk Ekas
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.