Keracunan Menu MBG Sering Terjadi, Pakar Gizi UGM: Produksi Harus Dikurangi

Sabtu, 17 Mei 2025, 22:28 WIB

JAKARTA - Kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG baru-baru ini menjadi sorotan publik. Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, Sri Raharjo, menilai, produksi makanan dalam program MBG harus dikurangi.

Dia menilai, salah satu tantangan besar dalam program seperti MBG adalah skala produksinya yang sangat besar. Menurutnya, menyediakan ribuan paket makanan membutuhkan manajemen ketat dalam setiap tahap  mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, hingga proses pemasakan.

Ket. Foto: Proses penyiapan menu MBG — Sumber: Badan Gizi Nasional

"Kalau 3.000 paket makanan harus disiapkan, itu bukan urusan dapur rumah tangga lagi. Harus ada fasilitas, alat, dan orang yang kompeten," ujar Sri, dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (17/5).

Dia menjelaskan, memasak dalam skala besar memerlukan waktu yang lama. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor kunci terjadi atau tidaknya kontaminasi.

"Walaupun bahan makanan sudah terjamin aman, makanan tetap bisa terkontaminasi selama proses pengolahan jika tidak ditangani dengan benar," jelasnya.

Raharjo menawarkan solusi yang mencakup tiga hal penting, yakni kesadaran, kapasitas, dan kontrol. Semua pihak baik penyedia, pelaksana, hingga pengawas menurutnya harus memahami risiko dan menerapkan standar keamanan pangan secara disiplin.

Dia menekankan pentingnya memperhatikan standar keamanan pangan dan skala produksi yang sesuai agar program MBG mencapai tujuannya tanpa mengorbankan kesehatan siswa. Dia memberikan contoh melalui sekolah-sekolah yang telah menyediakan makan siang sebelum program MBG.

"Beberapa sekolah kan sudah ada yang menjalankan program semacam ini, skalanya lebih kecil karena hanya untuk satu sekolah saja. Jadi, pemerintah bisa bekerja sama dengan sekolah sehingga sekolah-sekolah itu kemudian bertanggung jawab dengan makanan siswanya masing-masing," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.