Polemik Pendidikan Barak Militer, KPAI: Target Peserta Didik Perlu Ditinjau
📅 Jumat, 16 Mei 2025, 14:43 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: KDM CHANNEL via RRI
JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai perlunya peninjauan ketepatan sasaran peserta didik Program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa.
"Berdasarkan latar belakang para siswa yang mengikuti program di dua lokasi barak militer, yakni di Lembang dan Purwakarta, faktor penyebab utama mereka masuk ke dalam program ini adalah karena kebiasaan merokok, disusul oleh perilaku sering membolos sekolah, dan di urutan ketiga adalah keterlibatan dalam tawuran," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/5).
Selain itu, 6,7 persen siswa menyatakan tidak mengetahui alasan mereka mengikuti program tersebut.
Menurut dia, temuan ini menunjukkan perlunya peninjauan kembali terhadap ketepatan sasaran peserta dalam pelaksanaan program.
Ia mengatakan KPAI telah berkunjung ke lokasi penyelenggaraan Program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa, yakni ke Barak Militer Resimen 1 Shira Yudha Purwakarta dan Depo Pendidikan Bela Negara Rindam III Siliwangi, Cikole, Kabupaten Bandung Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah meluncurkan Program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa, yang dikenal publik sebagai Pendidikan Barak Militer.
Program ini bagian dari implementasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Bagian Ketiga Tentang Fungsi dan Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Barat, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 43/PK.03.04/Kesra, tertanggal 2 Mei 2025, yang memuat "9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya", yakni pembentukan peserta didik yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.
Program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa yang telah berjalan sejak 2 Mei 2025 hingga saat ini, menimbulkan beragam tanggapan, baik dukungan maupun penolakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!