'Ayo Nglarisi Pasar', Jurus Pemkot Magelang Hidupkan Pasar Rakyat
📅 Jumat, 16 Mei 2025, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO - Pemerintah Kota Magelang
MAGELANG - Pasar tradisional memiliki peran yang sangat penting bagi daerah, terutama dalam hal ekonomi dan sosial. Mereka menjadi pusat kegiatan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mendukung ketahanan pangan, serta mempromosikan produk lokal.
Pasar tradisional berperan dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan, yaitu ekonomi yang berakar pada masyarakat dan memberikan manfaat bagi mereka.
Pemerintah Kota Magelang kembali mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar lewat gerakan bertajuk “Ayo Nglarisi Pasar”, kegiatan ini dihelat serentak di Pasar Rejowinangun dan Pasar Kebonpolo.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Nanik Yunianti Damar Prasetyono, di Magelang, Jumat (16/5), menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap visi Kota Magelang, yaitu Magelang Kota Perdagangan dan Jasa Yang Harmonis, Humanis, Nyaman, dan Berkelanjutan.
Melalui program unggulan “Magelang Bergaung”, lanjut dia, Pemkot Magelang ingin mengajak warga untuk lebih mencintai dan menghidupkan pasar tradisional sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi kerakyatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Gerakan ‘Ayo Nglarisi Pasar’ adalah bentuk ajakan bersama agar kita tidak hanya berbelanja, tetapi juga turut membangun semangat gotong royong, menjaga kearifan lokal, dan memperkuat roda perekonomian daerah,” katanya.
Sebelum berbelanja, masyarakat dan ASN dari seluruh OPD di Kota Magelang melaksanakan untuk senam bersama di lokasi pasar.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah mengungkapkan kegiatan ini melibatkan berbagai entitas di masyarakat termasuk pegiat senam yang tergabung dalam KORMI Kota Magelang, serta ASN di jajaran Pemkot Magelang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sebagai regulator dan dinamisator, ASN dari mulai pejabat sampai staf ikut mengambil bagian untuk belanja di pasar tradisional sehingga dapat menguatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia berharap kegiatan belanja di pasar tradisional ini bisa menjadi kebiasaan bagi seluruh masyarakat, sebagai dukungan kepada pedagang kecil.
Sebagai informasi, gerakan ini pertama diluncurkan pada 24 Maret 2025 lalu dan disambut antusias oleh masyarakat, dengan laporan total pembelanjaan mencapai sekitar Rp 300 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!