Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

60 Tahun Berdiri, PGN Kuasai 95% Infrastruktur Gas Bumi di RI

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 22:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
60 Tahun Berdiri, PGN Kuasai 95% Infrastruktur Gas Bumi di RI Doc: PGN
Ket. PGN telah menguasai 95 persen dari total infrastruktur gas bumi di Indonesia untuk melayani lebih dari 820 ribu pelanggan mulai dari sektor rumah tangga, industri, UMKM, kelistrikkan, hingga transportasi

JAKARTA– PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan perannya untuk terus menyediakan layanan pemanfaatan gas bumi bagi Indonesia yang tersebar di 18 provinsi meliputi 74 kabupaten di Indonesia. Komitmen itu kian nyata pada usia PGN yang telah mencapai 60 tahun pada 13 Mei 2025.

PGN telah menguasai 95 persen dari total infrastruktur gas bumi di Indonesia untuk melayani lebih dari 820 ribu pelanggan mulai dari sektor rumah tangga, industri, UMKM, kelistrikkan, hingga transportasi. Penguasaan market gas bumi mencapai 91 persen yang dipenuhi melalui volume penyaluran gas bumi PGN sebesar 861 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day) beserta volume trasmisi sebesar 1.602 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) per triwulan I 2025.

Pelanggan PGN Group tersebar mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Selatan, Batam, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Timur. 

Layanan gas bumi dari PGN digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan seperti bahan bakar untuk memasak sehari-hari, bahan bakar mesin pabrik di sektor industri, mesin pemanas, bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar kendaraan, hingga bahan baku pupuk.

HUT ke 60 menjadi mementum bagi PGN untuk menilik kembali ke perjalanan PGN yang telah mengkombinasikan backbone infrastruktur gas bumi. Aset strategis PGN dalam menopang Layanan Gas Bumi Indonesia antara lain Pipa Transmisi South Sumatera – West Java (SSWJ), Pipa Gas Arun Belawan, Pipa West Java Area (WJA), Pipa Gresik – Semarang (Gresem), interkoneksi Pipa Cisem I dengan pipa distribusi di Jawa Tengah, beserta infrastruktur pendukung gas bumi lainya.

Tidak hanya gas pipa, PGN mampu memberikan layanan gas bumi non pipa dalam bentu Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih fleksibel untuk rumah tangga, usaha kecil dan transportasi. 

Kemudian pemanfaatan Liquiefied Natural Gas (LNG) untuk melengkapi sumber pasokan gas bumi sebagai bahan bakar operasional bagi industri dan kelistrikkan. Utilisasi fasilitas LNG terus dioptimalkan seiring dengan peningkatan demand LNG. Kinerja regasifikasi LNG berhasil mencetak volume sebesar 237 BBTUD atau meningkat 39 persen, sehingga berdampak pada keandalan pasokan bagi sektor kelistrikkan dan industri.

Kedepannya dalam rangka mendukung penyaluran gas bumi untuk sektor kelistrikan, PGN menyusun rencana untuk memenuhi potensi pembangkis listrik di cluster Papua. PGN melalui entitas anak telah menjalin kerja sama dangan beberapa mitra untuk gasifikasi pembangkit di Papua yang tersebar di empat lokasi yaitu Jayapura, Nabire, Biak dan Manokwari.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan bahwa Holding Migas Pertamina menggenjot PGN agar meningkatkan layanan energi gas bumi yang bersih dan efisien. Ia juga optimis, PGN dapat menjadi tulang punggung distribusi gas bumi, menuju target infrastruktur gas bumi yang terkoneksi dari Sumatera Utara hingga Jawa Timur.

“Sejalan dengan asta cita presiden, salah satunya adalah swasembada energi. Pertamina mendorong PGN agar melakukan peran terbaik untuk mendukung pemerintah. Saya yakin, PGN dapat menjalankan amanah strategis sebagai agen pembangunan nasional melalui utilisasi gas bumi,” ujar Iriawan dalam Perayaan Puncak HUT PGN ke 60 di Jakarta pada Rabu, (14/5).

Banyak Terobosan

Direktur Utama Pertamia Simon Aloysius Mantiri berharap PGN dapat melakukan banyak terobosan untuk maju ke depan memberikan solusi energi energi bagi Indonesia. Seiring dengan tranformasi yang berjalan, PGN harus inovatif dan adaptif sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. 

“Pertamina dan PGN juga harus bahu membahu dalam mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dengan konsisten menyalurkan gas bumi sebagai energi yang bersih di tanah air,” ujar Simon.

“PGN berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur gas bumi untuk melayani masyarakat yang lebih luas lagi. Dari titik ini, banyak challenge yang harus diatasi dengan utilisasi pipeline maupun pipeline,” ujar Direktur Utama PGN Arief S. Handoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.