Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Baru Awal Mei, NTB Sudah Kantongi Rp1,6 Triliun!

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 22:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Baru Awal Mei, NTB Sudah Kantongi Rp1,6 Triliun! Doc: ANTARA/Nur Imansyah.
Ket. Arsip - Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM – Pendapatan daerah, atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), sangat penting karena menjadi sumber utama dana bagi pemerintah daerah untuk menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan dan pembangunan.

PAD menentukan kemampuan daerah dalam membiayai pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta berbagai program pembangunan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat realisasi pendapatan daerah hingga awal Mei 2025 sudah mencapai Rp1,625 triliun atau 26,28 persen dari total Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp6,182 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB Nursalim mengatakan realisasi pendapatan belanja APBD NTB ini berada di urutan 15 besar dari 38 provinsi di Indonesia.

Sementara, untuk realisasi belanja APBD 2025 berada pada angka Rp1,481 triliun atau 23,82 persen yang masuk enam besar dari 38 provinsi.

"NTB masuk kategori realisasi sangat progresif di atas rata-rata nasional pada urutan ke-6 besar nasional," kata Nursalim di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Rabu (14/5).

Menurutnya, meski secara realisasi bagus, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan catatan terhadap realisasi belanja dan pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tersebut.

"Karena yang menjadi catatan ini realisasi pendapatan lebih rendah daripada belanja," terangnya.

Selain itu, realisasi pendapatan di Kota Bima berada di bawah angka nasional.

"Nah ini menjadi catatan Kemendagri perlu ada pendampingan Bima," ujarnya.

Adapun beberapa komponen realisasi pendapatan daerah, yakni pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp533,104 miliar atau 21,21 persen, pendapatan transfer sebesar Rp1,092 triliun atau 31,55 persen dan pendapatan transfer antardaerah sebesar Rp193,914 miliar atau 6,54 persen.

Sementara pada posisi belanja daerah, yakni belanja operasi sebesar Rp1,233 triliun atau 26,57 persen, belanja modal masih kecil karena posisi belanja modal pada triwulan satu sedang proses administrasi dan dokumen lainnya, sehingga belum dilakukan transaksi pembayaran.

Sedangkan, belanja tidak terduga (BTT) serta belanja transfer sebesar Rp227,255 miliar lebih atau 28,53 persen.

"Berdasarkan inpres, penggunaan APBD harus lebih banyak bersentuhan langsung ke masyarakat dan untuk membiayai program di kabupaten," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.