Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stafsus: Rusun di DKI Wajib Terintegrasi dengan Transportasi Publik

📅 Senin, 12 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stafsus: Rusun di DKI Wajib Terintegrasi dengan Transportasi Publik Doc: Antara
Ket. Warga melintas di depan Rusun Muara Baru, Jakarta.

Jakarta - Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim (Chico) mengatakan semua rumah susun (rusun) yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus terhubung dengan transportasi publik.

"Semuanya harus Transit Oriented Development (TOD) atau moda transportasi terhubung dengan tempat tinggal," ujar Chico di Jakarta, Senin (12/5).

Saat ini, lanjut dia, Pemprov DKI masih membahas pembangunan rusun lainnya karena Jakarta tak punya ketergantungan fiskal terhadap Pemerintah Pusat.

Jakarta dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 mencapai Rp91,34 triliun memiliki kemampuan untuk membangun tempat tinggal untuk warganya sendiri.

"Ketika kami membangun, Pemerintah Pusat akan positif menyambutnya untuk membantu pembangunan rumah tinggal bagi masyarakat," kata Chico.

Data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta menunjukkan hingga tahun 2024, Pemprov DKI Jakarta tercatat sudah membangun sebanyak 33.830 unit rusunawa yang tersebar di lima wilayah kota administrasi.

Adapun dalam lima tahun ke depan, Pemprov DKI melalui Dinas PRKP DKI Jakarta berencana membangun dan merevitalisasi sembilan rusunawa antara lain Rusunawa Rorotan IX tahap I JU (dua tower 16 lantai, 484 unit) dan Rorotan IX tahap II JU (5 tower 16 lantai, 1.210 unit).

Kemudian, Rusunawa Padat Karya tahap II JU (2 tower 16 lantai, 381 unit), revitalisasi Rusunawa Komarudin JT (5 tower 16 lantai, 1.059 unit), revitalisasi Rusunawa Marunda cluster C JU (5 tower 20 lantai, 1.440 unit).

Lalu, pembangunan Rusunawa Jalan Tongkol tahap II JU (3 tower 7 lantai, 206 unit), pembangunan Rusunawa Bojong Indah JB (3 tower 18 lantai, 604 unit), pembangunan Rusunawa Semper Cakung Drain tahap I (4 tower 16 lantai, 798 unit), dan pembangunan Rusunawa Muara Angke (1 tower 16 lantai 250 unit).

Selain sembilan lokasi tersebut, Dinas PRKP masih memiliki stok lahan di enam lokasi yang baru akan dilakukan proses DED (detail engineering design/rancang bangun rinci) pembangunan rusunawa sebanyak 27 tower, 5.148 unit.

"Ada yang akan dijadikan mixed use seperti kecamatan dibangun di atasnya sekolah dan tempat tinggal dan lainnya," demikian kata Chico.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.