Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif, Perang Dagang Mulai Mencair

📅 Senin, 12 Mei 2025, 15:20 WIB | Oleh:
AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif, Perang Dagang Mulai Mencair Doc: Reuters
Ket. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menghadiri konferensi pers setelah pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok di Jenewa, Swiss, 12 Mei 2025.

JAKARTA - Amerika Serikat dan China mengumumkan kesepakatan penting pada Senin (12/5) untuk memangkas tarif timbal balik, memberikan harapan baru atas berakhirnya perang dagang yang telah merusak pertumbuhan global dan mengguncang pasar keuangan dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah pertemuan langsung di Jenewa antara pejabat senior kedua negara, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk menghentikan sementara tindakan tarif selama 90 hari dan menurunkan tarif secara signifikan menjadi hanya 10%—penurunan lebih dari 100 poin persentase dari level sebelumnya.

“Kedua negara mewakili kepentingan nasional mereka dengan sangat baik. Kami berdua berkepentingan pada perdagangan yang seimbang,” ujar Bessent, didampingi Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer.

Pertemuan di Jenewa merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat dan memulai kembali serangkaian kebijakan tarif keras yang sebelumnya menjadi ciri khas masa jabatan pertamanya. Dalam periode ini, tarif impor barang dari Tiongkok mencapai 145%, diikuti pembalasan Beijing yang menaikkan bea hingga 125% pada barang-barang AS serta pembatasan ekspor elemen tanah jarang—komponen penting dalam industri pertahanan dan elektronik AS.

Dampak dari perang dagang ini sangat besar. Perdagangan bilateral senilai hampir $600 miliar terganggu, rantai pasok global kacau, dan sejumlah perusahaan terpaksa melakukan PHK. Hal ini juga memperkuat kekhawatiran akan ancaman stagnasi ekonomi dunia.

Namun, sinyal perdamaian ini disambut baik oleh pasar. Saham berjangka Wall Street melonjak dan dolar menguat terhadap mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss. Pelaku pasar kini melihat peluang bahwa ketegangan yang telah lama membebani ekonomi global akhirnya mulai mencair.

Meski demikian, para pengamat menilai kesepakatan ini masih bersifat sementara dan rapuh, bergantung pada langkah lanjutan dari kedua negara dalam 90 hari ke depan. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa pemangkasan tarif ini lebih bersifat politis menjelang tahun pemilu AS, daripada sebagai solusi struktural jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

51 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.