Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ADB Dorong Pemerintah Asia Pasifik Persempit Kesenjangan Digital

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 02:30 WIB | Oleh:
ADB Dorong Pemerintah Asia Pasifik Persempit Kesenjangan Digital Doc: ANTARA/Abdan Syakura
Ket. Guru menyampaikan materi pelajaran menggunakan televisi pintar (smart tv) atau papan interaktif kepada siswa dalam program digitalisasi pembelajaran di SD IT Persis Ciganitri, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Jakarta - Asian Development Bank (ADB) mengharapkan pemerintahan di kawasan Asia dan Pasifik perlu memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi dengan memperkecil kesenjangan digital demi mengurangi ketimpangan ekonomi di wilayah tersebut.

"Pemerintah yang mendorong digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan memiliki peluang untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas dan inovasi secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi kesenjangan ekonomi di saat yang bersamaan," kata Kepala Ekonom ADB Albert Park di Jakarta, Kamis (8/5).

Seperti dikutip dari Antara, menurut laporan terbaru ADB bertajuk "Asian Development Policy Report 2025: Memanfaatkan Transformasi Digital untuk Kebaikan", yang dirilis pada Selasa (6/5), untuk memanfaatkan potensi digitalisasi, pemerintah perlu mempersempit kesenjangan digital, termasuk kesenjangan dalam hal infrastruktur, akses, dan keterampilan.

Albert menuturkan digitalisasi dapat mengurangi ketidaksetaraan dengan memperluas akses ke layanan dasar seperti keuangan pribadi dan pendidikan, atau dengan membantu pemilik usaha kecil mengatasi hambatan seperti kurangnya akses ke pembiayaan atau jaringan bisnis.

Transformasi digital juga dapat membantu mempercepat peralihan ke pembangunan rendah karbon dan membuat masyarakat di wilayah tersebut lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan bencana, misalnya dengan mendukung pemodelan dan analitik untuk meningkatkan manajemen risiko bencana dan memperkirakan pola iklim untuk mengidentifikasi solusi seperti tanaman yang tahan terhadap iklim.

Laporan ini merekomendasikan agar pemerintah di negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik mengadopsi strategi digital nasional yang mengintegrasikan tujuan inklusi dan keberlanjutan, serta memberlakukan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi setempat untuk mendorong tujuan-tujuan tersebut. Pemerintah juga harus melibatkan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal dan internasional.

Albert mengatakan meskipun negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik telah melampaui kawasan lain dalam hal perkembangan digital dalam beberapa dekade terakhir, namun manfaatnya belum dirasakan secara merata.

Berdasarkan laporan tersebut, di seluruh kawasan Asia dan Pasifik, persentase penduduk yang menggunakan internet 13 persen lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan wilayah pedesaan,

Kecepatan unduh internet seluler juga 38 persen lebih cepat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Studi sebelumnya juga menemukan bahwa banyak negara berkembang di Asia dan Pasifik yang tertinggal dalam hal inklusi digital dan memiliki tingkat keterampilan digital yang rendah.

Ketimpangan Ekonomi

Pada saat yang sama, meskipun ada perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, ketimpangan ekonomi tetap ada di kawasan ini. Koefisien Gini rata-rata tertimbang populasi di negara-negara Asia yang berkembang, sebuah ukuran ketidaksetaraan domestik, adalah 6 persen lebih tinggi pada 2022 dibandingkan tahun 1990.

Pada tahun lalu, 18,9 persen dari populasi kawasan ini diklasifikasikan sebagai penduduk miskin, yang didefinisikan sebagai mereka yang hidup dengan pendapatan kurang dari 3,65 dolar AS per hari.

"Transformasi digital yang cepat di kawasan negara-negara berkembang Asia dan Pasifik menempatkan kawasan ini pada posisi yang tepat untuk memetik manfaat yang signifikan," ujar Albert.

ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Buruan War Tiket Kereta Api, Ada Potongan 30 Persen

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Buruan War Tiket Kereta Api...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.