MU: Laga Bisa Berubah dalam Sekejap
📅 Kamis, 08 Mei 2025, 06:19 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP/ANDER GILLENEA
MANCHESTER – Meski unggul 2-0 di leg pertama, Manchester United tak boleh lengah. “Sebab sepak bola dapat berubah dalam sekejap,” tutur pelatih MU, Ruben Amorim, Rabu (7/5).
MU bersiap mengunci satu tempat di final Liga Eropa saat menjamu Athletic Bilbao di Old Trafford, Jumat (9/5) dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan 3-0 di leg pertama membuat klub berjuluk Setan Merah hanya perlu mempertahankan keunggulan.
Tiga gol di San Mamespekan lalu, dua dari Bruno Fernandes dan satu dari Casemiro, mengakhiri catatan sempurna Bilbao di kandang musim ini. Tim asuhan Ernesto Valverde tak pernah kalah dalam enam laga kandang di Liga Eropa. Juga belum tersentuh kekalahan di San Mames selama lebih dari delapan bulan.
Namun,laga leg pertama berubah menjadi mimpi buruk. Kartu merah Dani Vivian pada babak pertama memperburuk situasi tuan rumah dan memberi MU momentum untuk meraih kemenangan. “Skor 3-0 memberi kami keuntungan besar, tapi tidak boleh lengah. Kami ingin menunjukkan karakter dan mengontrol laga sejak awal. Kami sudah selangkah lebih dekat, tapi belum selesai. Sepak bola bisa berubah dalam satu momen,” ujar pelatih MU, Ruben Amorim.
Amorim mengingatkan tim asuhannya agar tak terlena dengan sejarah. Meski keseluruhan dari 133 tim yang menang tandang dengan selisih tiga gol di leg pertama dalam sejarah Liga Eropa selalu lolos. Dia tak ingin rekor menjadi jebakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
MU tetap tanpa sejumlah pilar, termasuk Lisandro Martinez dan Diogo Dalot. Sedangkan Matthijs de Ligt diragukan tampil setelah mengalami cedera otot saat timnya kalah 3-4 dari Brentford di Liga Inggris akhir pekan lalu. Dalam laga itu, Amorim menurunkan starting XI termuda sepanjang sejarah klub di Liga Inggris.
Kekalahan itu membuat MU tertahan di peringkat ke-15 klasemen Liga Inggris, hanya mengoleksi 39 poin dari 35 laga. Jika tak menjuarai Liga Eropa, musim ini akan jadi salah satu yang paling mengecewakan dalam era Premier League.
Meski demikian, performa MU di pentas Eropa tetap impresif. MU belum terkalahkan dalam 13 laga di Liga Eropa musim ini dan terakhir kali kalah di Old Trafford pada bulan September 2022. Di kandang sendiri, mereka mencetak 26 gol dari 11 laga terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beban Berat
Sementara itu, kubu Athletic Bilbao datang dengan beban berat. Selain harus membalikkan defisit tiga gol di stadion yang angker, mereka juga masih harus menjaga asa finis di empat besar La Liga yang mulai terancam. Dalam 14 laga terakhir di liga domestik, Bilbao hanya mencatat lima kemenangan dan kini hanya unggul tiga poin dari Villarreal di posisi lima.
“Kami sadar betapa beratnya situasi ini, tapi harus tampil berani. Tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola, terutama ketika kami bermain untuk sesuatu yang sebesar ini,” ujar pelatih Ernesto Valverde.
Masalah Bilbao semakin rumit dengan absennya Dani Vivian karena skorsing, serta kondisi Nico Williams dan Oihan Sancet yang belum 100 persen fit. Jika keduanya gagal bermain, kekuatan lini serang Bilbao akan sangat tereduksi.
“Kami punya mimpi bermain di final di kandang sendiri. Kami tidak akan menyerah. Apa pun hasilnya nanti, kami ingin keluar dengan kepala tegak,” tambah Valverde.
Bilbao hanya dua kali dalam sejarah pernah kalah di kandang dan tandang pada fase gugur kompetisi Eropa. Namun dalam lawatan terakhir mereka ke Old Trafford, Los Leones (julukan Bilbao)mencatat kemenangan 3-2 pada tahun 2012 dalam era kepelatihan Marcelo Bielsa. Ini sebuah kenangan manis yang coba mereka ulangi. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!