Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Parkir Jakarta Mestinya Digitalisasi dan Nontunai

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Parkir Jakarta Mestinya Digitalisasi dan Nontunai Doc: ANTARA/Khaerul Izan
Ket. Juru parkir saat mengambil tiket di terminal parkir elektronik (TPE) Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (28/4).

JAKARTA – Dalam rangka mendukung pendapatan asli daerah (PAD) semestinya parkir terutama di jalan (on street) mesti digitalisasi dan nontunai. Usulan ini disampaikan anggota Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD Jakarta, Wa Ode Herlina, Selasa (6/5).

Dia mengingatkan bahwa perparkiran Jakarta terutama di jalan harus diperbaiki dengan digitalisasi dan pembayarannya secara nontunai (cashless). Dia heran, pemasukan dari parkir minim. “Padahal kalau kita jalan, ke kiri parkir, ke kanan parkir, ke belakang parkir, dan ke depan kita parkir. Kita di mana-mana parkir. Tapi pemasukan dari sektor ini rendah,” tandas Herlina.

Menurutnya, PAD dari sektor parkir terutama yang di jalan, masih sangat rendah. Ini karena adanya kebocoran. Wa Ode menandaskan, parkir di jalan harus diubah menggunakan digital dengan sistem pembayaran nontunai. Dengan begitu, uang yang didapatkan tidak menguap.

“Sudah wajib, sudah harus dan harga mati digitalisasi serta cashless. Tidak boleh lagi ada kata mahal untuk soal digitalisasi,” ujarnya. Herlina menambahkan bahwa ketidakhadiran sejumlah pejabat Pemprov dalam rapat Pansus Perparkiran ini menunjukkan tidak seriusnya mereka dalam masalah perparkiran.

Padahal, ketika persoalan parkir dapat diselesaikan, maka PAD Jakarta akan meningkat sehingga masyarakat pun bisa menikmatinya. “Ini urusan serius. Parkir memang tidak seksi. Tapi kalau kita mau bantu masyarakat sejahtera, supaya PAD Jakarta makin naik, kita harus serius urusan parkir ini. Supaya makin banyak PAD yang masuk,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Jakarta menyatakan bahwa sejumlah terminal parkir elektronik (TPE) di beberapa titik rusak. Ini mengakibatkan pendapatan parkir turun dari 18 miliar menjadi 8,9 miliar. Dengan kata lain terjadi penurunan atau kebocoran sangat tinggi, sekitar 9 miliar.

“Saat ini banyak TPE yang sudah tidak berfungsi,” kata Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta, Adji Kusambarto, Selasa (22/4). Dia mengutarakan, setelah diterapkan TPE pada tahun 2016 untuk 31 ruas jalan menggunakan 201 mesin, maka pendapatan parkir tersebut 7 miliar.

Kemudian, kata Adji, pendapatan parkir melalui TPE terus menanjak. Pada tahun 2017 sampai 2019 mencapai di atas 18 miliar. Setelah terjadi Covid-19 serta kerusakan sejumlah mesin, pendapatan parkir TPE menurun drastis. Pada tahun 2020 menjadi 13 miliar.

Tahun 2021 menjadi 10 miliar. Kemudian,tahun 2022 serta 2023 masing-masing 9 miliar. Lalu tahun lalu hanya 8,9 miliar. “Penurunan dikarenakan mesin rusak. Sedangkan suku cadang susah karena harus diimpor,” ujarnya.

Potensi

Sementara itu, Pansus Perparkiran DPRD Jakarta menyatakan bahwa potensi PAD sektor parkir di jalan bisa mencapai lebih dari 1,4 triliun. “Kami akan secara konsisten mengungkap permasalahan perparkiran secara terang benderang,” tambah Ketua Pansus Perparkiran, Jupiter.

Menurutnya, potensi PAD yang bisa didapatkan dari sektor parkir Jakarta sangat besar, minimal 1,4 triliun. Dia mengungkapkan bahwa potensi PAD parkir tersebut didapat dari perhitungan minimal dari 267 kelurahan.

Andai setiap kelurahan masing-masing memiliki 500 juru parkir per hari, yang pendapatannya sebesar 30.000 per orang, maka akan ditemukan uang yang terkumpul dalam satu tahun bisa lebih dari 1,4 triliun. Selama ini belum tergarap maksimal.

“Jakarta ini penduduknya banyak. Kendaraannya juga banyak. Jadi potensi parkir lebih dari 1,4 triliun,” ujarnya. Jupiter menambahkan bahwa dengan adanya penambahan PAD dari sektor parkir untuk Jakarta, maka kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.