Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

P Diddy Hadapi Hari Pertama Sidang Kejahatan Seksual, Para Juri Mulai Diseleksi

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 10:40 WIB | Oleh:
P Diddy Hadapi Hari Pertama Sidang Kejahatan Seksual, Para Juri Mulai Diseleksi  Doc: CNN
Ket. Gambar sketsa dari proses pemilihan juri dalam sidang kejahatan seksual P Diddy di pengadilan New York, Senin (5/5).

NEW YORK - Hari pertama pemilihan juri berakhir pada Senin (5/5) di New York dalam persidangan perdagangan seks federal yang melibatkan raja musik Sean "Diddy" Combs, yang dituduh melakukan pelecehan mengerikan selama bertahun-tahun.

Combs (55) mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan, dan menegaskan bahwa semua tindakan seks dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun jaksa mengatakan, selama bertahun-tahun, ia memaksa korban untuk melakukan pesta seks dengan menggunakan narkoba menggunakan ancaman dan kekerasan.

"Silakan naik, jangan malu-malu," kata Juri Arun Subramanian saat gelombang pertama calon panelis masuk.

Seperti pada sidang praperadilannya, Combs tampak tua, rambutnya yang dulu hitam legam kini beruban. Sesuai dengan perintah hakim, ia diizinkan untuk berganti pakaian dari penjara ke pakaian sipil untuk menghadiri persidangannya.

Para juri diberi kuesioner tambahan berisi 14 bagian tentang kemampuan mereka untuk mendengarkan bukti secara adil dari artis hip-hop, pekerja seks, dan orang-orang yang terlibat dalam penggunaan dan distribusi narkoba.

Mereka telah menjalani kuesioner lengkap tentang kemampuan mereka dalam bertugas sebelum kedatangan.

Setelah seharian penuh mengajukan pertanyaan, baik tertulis maupun lisan dari hakim, jaksa penuntut dan pembela, 19 calon telah diidentifikasi. 

Pemilihan juri akan dilanjutkan hari Selasa dan hanya calon juri yang diminta menghadiri pertanyaan lanjutan yang diharuskan hadir.

Subramanian mengatakan, ia memperkirakan pembuktian akan dimulai pada 12 Mei.

Combs menghadapi satu tuduhan konspirasi pemerasan, undang-undang federal yang dikenal dengan akronimnya RICO yang dulunya terutama digunakan untuk menargetkan mafia tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah digunakan dalam kasus pelecehan seksual, termasuk terhadap bintang R&B yang jatuh, R. Kelly.

Hal ini memperbolehkan pengacara pemerintah untuk memproyeksikan pandangan jangka panjang terhadap suatu kegiatan kriminal, alih-alih mendakwa kejahatan seks yang terisolasi.

Jika terbukti bersalah, mantan produser rap dan superstar global ini, yang sering dianggap bertanggung jawab atas perannya dalam membawa hip-hop ke arus utama, bisa menghabiskan sisa hidupnya di penjara. 

Dilaporkan bahwa ia menolak tawaran pembelaan di jam-jam terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Memperbaiki Udara Jakarta, ...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...

Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.