Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Hukuman Pidana Militer Menanti Kelasi Satu Jumran, Terdakwa Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Ancaman Hukuman Pidana Militer Menanti Kelasi Satu Jumran, Terdakwa Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru Doc: ANTARA/yds
Ket. Terdakwa Kelasi Satu Jumran kini menanti putusan hakim atas perbuatannya yang telah merenggut nyawa seorang jurnalis muda.

BANJARBARU – Oknum prajurit TNI AL Kelasi Satu Jumran (25) mulai diadili di Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin, Banjarbaru, Senin (5/5) sebagai terdakwa kasus pembunuhan terhadap kekasihnya, Juwita (23), seorang jurnalis asal Banjarbaru. Sidang perdana ini mengungkap motif keji di balik tewasnya korban.

Oditur Militer III-15 Banjarmasin, Letkol CHK Sunandi, dalam surat dakwaannya membeberkan bahwa motif terdakwa membunuh korban adalah karena tidak mau bertanggung jawab menikahi Juwita setelah hubungan badan mereka diketahui oleh keluarga korban.

Dakwaan merinci momen tragis pada 22 Maret 2025, di mana terdakwa sempat merayu korban, melakukan hubungan badan di mobil rental, lalu berkeliling mencari lokasi sepi di kawasan perkantoran hingga akhirnya mencekik korban di Jalan Trans Gunung Kupang, Banjarbaru, dan merekayasa kejadian seolah kecelakaan tunggal.

Sidang perdana kemarin telah mendengarkan keterangan enam dari total 11 saksi. Sidang lanjutan dijadwalkan pada Kamis (8/5) untuk mendengarkan saksi dan alat bukti lainnya.

Kasus ini menyoroti motif yang kerap muncul dalam tindak kekerasan terhadap pasangan. Kriminolog Dr. Arya Nugraha menilai, "Motif menghindari tanggung jawab adalah motif instrumental yang sangat berbahaya. Pelaku melihat korban sebagai 'masalah' yang harus dihilangkan demi kepentingan diri sendiri, bukan lagi sebagai individu yang bernilai."

Sementara itu, terkait ancaman hukuman, Pakar Hukum Pidana Militer, Kolonel (Purn.) Dr. Siti Fatimah, menjelaskan, "Tindakan pembunuhan yang didakwa dengan motif terencana atau setidaknya disertai niat menghilangkan nyawa dapat dijerat pasal-pasal berat dalam KUHP Militer. Jika unsur perencanaan terbukti, ancaman hukumannya bisa sangat tinggi, bahkan pidana penjara seumur hidup atau pidana mati, tergantung pasal yang didakwakan dan pembuktian di muka persidangan."

Dengan terungkapnya motif dan berjalannya proses peradilan militer, terdakwa Kelasi Satu Jumran kini menanti putusan hakim atas perbuatannya yang merenggut nyawa seorang jurnalis muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.