Segera Reformasi Struktural Agar Tidak Terjebak Defisit dan Gagal Bayar Utang
📅 Senin, 05 Mei 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiManfaatkan Peluang
Sementara itu, Doktor Ekonomi lulusan Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, Sabinus Beni mengatakan, Pemerintah harus memanfaatkan peluang dan kesempatan saat ini.
Melalui jalur diplomasi yang sedang berjalan, Pemerintah tinggal mengatakan setuju dengan permintaan AS, kemudian bisa menyampaikan juga permintaan agar mereka mau membangun di dalam negeri melalui investasi.
Hal itu sangat memungkinkan, karena dalam tiga bulan ini, AS sudah mengumpulkan 8 triliun dollar AS investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasti dia akan mau memberi kita sedikit, asal mereka jangan merasa ditekan. Gunakan momentum ini untuk melakukan reformasi struktural. Indonesia buka pintu, tapi AS harus memberi dan membawa sesuatu ke Indonesia,” katanya.
Misalnya, Apple jangan semuanya investasi ke India, tetapi sebagian ada yang mereka investasikan di Indonesia, jangan semua dipindahkan dari Tiongkok ke India. Jika diamati, kenapa Apple pindah ke India, karena India Bukan ancaman bagi AS baik dari sisi ekonomi maupun militer. Bahkan, mereka bisa dirangkul sebagai aliansi.
“Kenapa bukan kita yang tarik? Seharusnya kita bisa mencoba.Mereka sudah memberi kesempatan ke Tiongkok, tetapi ternyata berbalik menjadi ancaman bagi AS. RI seharusnya bisa merangkul semuanya, karena sekarang sudah tidak ada lagi negara nonblok, Satu negara akan berkawan dengan semua negara yang mendukungnya,” kata Beni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab itu, Pemerintah di dalam negeri harus melakukan reformasi struktural untuk industri pangan, terutama dengan meningkatkan daya saing dengan membangun produk substitusi impor. Selanjutnya, industri diperkuat terutama untuk produk-produk ekspor.
Semua itu lanjut Beni tidak mungkin bisa diwujudkan tanpa membangun sumber daya manusia yang handal. Makanya, semua perusahaan aplikasi dan software yang masuk ke Indonesia rata-rata dari India. Karena Indonesia tidak punya.
Sebelumnya, RI pernah menggaungkan untuk membangun pusat teknologi sekelas Silicon Valley di AS. Tapi hak yang belum dipikirkan adalah untuk membangun Silicon Valley itu ada banyak kriteria dan persyaratannya.
Misalnya, udara harus bersih karena yang dibangun adalah industri bersih. Kalau serius, sebenarnya ada kawasan di Lampung yang udaranya masih bersih yaitu di pantai timur dan barat. Rata-rata selama 365 hari atau sepanjang tahun, udaranya masih mayoritas bersih, karena belum ada industri kotor di sana.
“Kalau mau maju, kita harus belajar melihat kondisi dunia. Kalau tidak mau melakukan gerakan masif dan reformasi struktural dan tidak menyelesaikan masalah dengan AS, maka kita makin terpuruk. Tanpa devisa, Pemerintah tidak akan bisa membayar utang. Kalau tidak cepat melakukan reformasi struktural, maka defisit APBN semakin besar dan pada akhirnya akan sampai pada titik tidak mampu lagi membayar utang atau default.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!