Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Erupsi Semeru: PVMBG Tetapkan Radius Bahaya demi Keselamatan Warga

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 09:53 WIB | Oleh:
Antisipasi Erupsi Semeru: PVMBG Tetapkan Radius Bahaya demi Keselamatan Warga Doc: ANTARA/yds
Ket. Gunung Semeru sudah 3 kali erupsi dengan ketinggian letusan 700 - 900meter dari atas puncaknya.

LUMAJANG - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan tiga kali erupsi yang tercatat pada Sabtu pagi (3/5), dengan ketinggian kolom letusan mencapai 700 hingga 900 meter di atas puncak.

Menanggapi aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan sebagai langkah antisipasi utama.

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, erupsi pertama terjadi pada pukul 03.59 WIB dengan kolom abu setinggi 800 meter condong ke arah barat daya dan barat.

Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 05.27 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 900 meter ke arah barat, disusul erupsi ketiga pada pukul 07.02 WIB dengan tinggi kolom 700 meter ke arah tenggara dan selatan.

Dr. Antonius Ratdomopurbo, seorang ahli vulkanologi, menekankan pentingnya tindakan preventif dalam situasi seperti ini. "Dengan status Gunung Semeru yang masih Waspada (Level II), kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi PVMBG adalah kunci utama keselamatan. Radius bahaya yang ditetapkan bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan data dan analisis potensi bahaya erupsi," ujarnya saat dihubungi.

Ia menambahkan bahwa erupsi susulan dan potensi awan panas guguran serta lahar hujan masih menjadi ancaman nyata.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Teguh Waluyo, pun menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat dan berkoordinasi dengan aparat desa, serta relawan untuk memastikan masyarakat di sekitar zona bahaya memahami risiko dan siap untuk evakuasi jika diperlukan.

"Kami terus melakukan sosialisasi dan pemantauan intensif. Langkah antisipasi seperti jalur evakuasi dan tempat pengungsian juga terus kami pastikan kesiapannya," jelasnya.

Rekomendasi PVMBG secara jelas melarang aktivitas apapun dalam radius delapan kilometer dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, serta dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran sungai tersebut hingga 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, radius tiga kilometer dari kawah atau puncak juga dinyatakan berbahaya akibat potensi lontaran batu pijar. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru.

Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan melindungi masyarakat dari dampak erupsi Gunung Semeru. Rekomendasi PVMBG secara jelas melarang aktivitas apapun dalam radius delapan kilometer dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, serta dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran sungai tersebut hingga 13 kilometer dari puncak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.