Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menggali Potensi Laut! KKP Dorong Hilirisasi Rumput Laut Nonhidrokoloid untuk Ekonomi Berkelanjutan

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menggali Potensi Laut! KKP Dorong Hilirisasi Rumput Laut Nonhidrokoloid untuk Ekonomi Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Nelayan mengangkat tali yang menjadi tempat pembudidayaan rumput laut di kawasan Pantai Bondo, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong hilirisasi rumput laut nonhidrokoloid melalui diversifikasi produk olahan untuk memperkuat nilai tambah, daya saing, dan pengembangan industri pengolahan dalam negeri.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Tornanda Syaifullah menekankan perlunya mendorong lahirnya inovasi produk olahan rumput laut nonhidrokoloid seperti suplemen nutrisi, pakan, biostimulan, bioplastik, kosmetik, dan bahan kemasan ramah lingkungan.

"Dengan demikian, hilirisasi ini akan membuka peluang usaha yang menjanjikan,” kata Tornanda dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (2/5).

Menurutnya, pasar global rumput laut nonhidrokoloid seperti biostimulan dan pakan ternak memiliki potensi besar, dengan proyeksi nilai mencapai 4,36 miliar dolar AS pada tahun 2024 menurut Precedence Research. Bahkan diprediksi tumbuh menjadi 12,85 miliar dolar AS pada tahun 2034 (CAGR 11,42 persen).

Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan kebutuhan praktik pertanian yang berkelanjutan. Sedangkan The World Bank memprediksi pasar rumput laut nonhidrokoloid, khususnya untuk pakan ternak sebesar 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2030 dan 6,4 miliar dolar AS pada tahun 2050.

"KKP akan berkontribusi menyiapkan masukan peta Jalan dan rencana aksi nasional pengembangan industri rumput laut terpadu 2025–2029," katanya.

Dokumen tersebut dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi pemanfaatan rumput laut Indonesia secara lebih optimal, inovatif sekaligus bentuk keseriusan pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas kelautan.

"Sejatinya rumput laut menawarkan solusi untuk berbagai tantangan industri modern,” kata Tornanda.

Dia menyampaikan, sebelumnya Ditjen PDSPKP KKP telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Menguak Peluang Bisnis Olahan Rumput Laut Non Hidrokoloid' berkolaborasi dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui Global Quality and Standar Program (GQSP) Fase 2, dan Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN)

Kegiatan itu menjadi langkah awal penyusunan dokumen dan melibatkan para pemangku kepentingan mulai dari sektor publik, swasta, hingga komunitas akademik.

“Kolaborasi dan kemitraan antara pemerintah, industri, dan lembaga penelitian menjadi kunci keberhasilan pengembangan komoditas rumput laut non-hidrokoloid,” imbuh Tornanda.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menekankan pentingnya peningkatan produksi dan kualitas hasil perikanan melalui penerapan program ekonomi biru.

Strategi itu dinilai mampu memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

34 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.