Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indikator Inflasi Acuan “The Fed” pada Maret 2025 Naik 2,3 Persen

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indikator Inflasi Acuan “The Fed” pada Maret 2025 Naik 2,3 Persen Doc: istimewa
Ket. Federal Reserve (The Fed)

WASHINGTON DC- Indikator inflasi acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) naik 2,3 persen pada Maret.

Angka tersebut melambat dari kenaikan 2,7 persen pada Februari, menurut laporan Kementerian Perdagangan AS pada Rabu (30/4).

Indikator pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) memperhitungkan bagaimana konsumen mengubah perilaku mereka sehubungan dengan harga yang lebih tinggi, dan menjadi indikator perilaku konsumen yang lebih luas dibandingkan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI).

Apa yang disebut sebagai indeks harga PCE inti, yang tidak menyertakan harga pangan dan energi yang bersifat volatil, naik 2,6 persen pada Maret dari tahun lalu, melambat dari kenaikan 3,0 persen pada Februari.

Data terbaru itu masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Meskipun ada tanda-tanda inflasi mereda, para ekonom masih khawatir dengan inflasi masa depan karena kebijakan tarif ekspansif pemerintahan Donald Trump.

Pada pertengahan April lalu, Gubernur The Fed, Jerome Powell, memperingatkan kenaikan tarif yang diterapkan pemerintah AS kemungkinan akan menyebabkan kenaikan inflasi jangka pendek, sementara gangguan rantai pasokan dapat menyebabkan tekanan yang lebih besar.

"Tingkat kenaikan tarif yang diumumkan sejauh ini jauh lebih besar daripada yang diperkirakan. Hal yang sama kemungkinan juga berlaku pada dampak ekonomi, yang akan mencakup inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat," ujar Powell dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Economic Club of Chicago.

Data PCE dirilis pada hari yang sama ketika Biro Analisis Ekonomi (Bureau of Economic Analysis/BEA) Kementerian Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) AS menyusut pada tingkat tahunan sebesar 0,3 persen di kuartal pertama (Q1) tahun ini.

Kobeissi Letter, sebuah publikasi keuangan, menyebut beberapa indikator saat ini menunjukkan resesi terhadap ekspektasi kasus dasar pada 2025.

"Pasar sepenuhnya memperkirakan empat kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir 2025. Pasar berpendapat The Fed akan memprioritaskan penurunan output ekonomi AS daripada potensi rebound inflasi," kata Kobeissi Letter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.