Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RS BUMN di Bali Libatkan Dokter Asing Pertama di Indonesia

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 22:01 WIB | Oleh:
RS BUMN di Bali Libatkan Dokter Asing Pertama di Indonesia Doc: ANTARA/HO-BIH
Ket. Ilustrasi tenaga medis melayani pasien di Bali International Hospital di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (29/4).

DENPASAR - Rumah Sakit BUMN, Bali International Hospital (BIH), di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Denpasar, melibatkan empat dokter asing yang untuk pertama kalinya membuka praktik di Indonesia.

"Beroperasinya BIH adalah titik temu antara standar global, talenta Indonesia, dan keramahtamahan Bali," kata Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital selaku pengelola BIH Dewi Fankhuningdyah Fitriana, di Denpasar Selasa (29/4).

Menurut dia, berpraktiknya dokter asing berkewarganegaraan Singapura tersebut merupakan tonggak sejarah dunia kesehatan tanah air.

Ada pun empat dokter asing tersebut merupakan spesialis terkait penyakit kanker, yaitu dr Robert Lim, dr Francis Chin Kuok Choon, dr Patricia Kho Sunn Sunn, dan dr Tan Yew Oo.

Empat dokter asal negeri tetangga dengan ikon patung Merlion itu sudah mengantongi izin untuk berpraktik di rumah sakit internasional tersebut yang dijadwalkan mulai praktik pada Mei 2025.

Tenaga kesehatan itu merupakan bagian dari mitra RS tersebut, yakni salah satu penyedia layanan kanker terintegrasi di dunia yang bermarkas di Brisbane, Australia.

Mereka bergabung dengan para dokter spesialis Indonesia serta diaspora Indonesia yang kembali ke tanah air, salah satunya dokter bedah vaskular dr Rio Marnoto yang selama 24 tahun sekolah dan berkarir di Munich, Jerman.

Ada pun dokter spesialis asing saat ini sudah bisa berpraktik di Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Selain onkologi, operasional di rumah sakit tersebut juga didukung bidang diagnostik, kardiologi dari Singapura, Jepang dan Hong Kong.

Saat ini, rumah sakit itu mulai beroperasi tahap awal dengan layanan onkologi (perawatan kanker), kardiologi (kesehatan jantung), layanan gawat darurat, klinik terpadu, radiologi dan radioterapi, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh (MCU).

Ia menjelaskan spesialisasi lain, juga akan dibuka menjelang peresmian perdana rumah sakit itu rencananya pada Juni 2025.

Bali International Hospital di Sanur, Denpasar merupakan bagian dari Holding Rumah Sakit BUMN Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Rumah sakit itu memiliki luas 67.000 meter persegi, dengan kapasitas 255 tempat tidur, delapan ruang operasi, 38 ruang ICU, dan empat laboratorium sebagai tujuan wisata medis dan rujukan, melayani pasien dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah mengharapkan fasilitas di KEK Kesehatan itu meningkatkan perekonomian sekaligus meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.