Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti Universitas Brawijaya Identifikasi Genus-Spesies Baru Mikroalga Laut Indonesia

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 21:56 WIB | Oleh:
Peneliti  Universitas Brawijaya Identifikasi Genus-Spesies Baru Mikroalga Laut Indonesia Doc: ANTARA/HO-Universitas Brawijaya
Ket. Salah satu genus baru keluarga yang ditemukan di Gili Iyang, Bawean oleh para peneliti Universitas Brawijaya (UB).

MALANG - Tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) mengidentifikasi dua genus dan tujuh spesies baru mikroalga dari famili Catenulaceae di wilayah Pulau Bawean dan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB sekaligus Ketua tim peneliti, Oktiyas Muzaky Luthfi, S.T., M.Sc., di Malang, Jawa Timur, Selasa (29/4), mengemukakan penelitian tersebut merupakan kerja sama UB dengan Universitas Szczecin, Polandia, serta melibatkan berbagai institusi mitra.

Menggunakan teknik analisis morfologi berbasis mikroskop cahaya dan mikroskop elektron pemindai (SEM), para peneliti menelusuri keragaman diatom dari sedimen dan pecahan karang mati di lingkungan laut tropis dangkal.

"Dua genus baru yang ditemukan adalah Paracatenula dan WallaceagoParacatenula porostriata ditemukan di Gili Iyang, Bawean. Ciri khasnya, cangkangnya punya struktur melingkar dengan lubang-lubang kecil dan bentuk katupnya pipih, seperti atas dan bawah yang berbeda," katanya.

Sementara itu, lanjutnya, wallaceago porostriatus ditemukan di Teluk Tomini, yang membuatnya unik adalah bentuk katupnya yang setengah menyerupai belah ketupat, dengan garis-garis halus hanya terlihat di bagian bawahnya.

Nama Wallaceago diberikan sebagai penghormatan untuk Alfred Russel Wallace, tokoh penting dalam sejarah biogeografi di Indonesia.

Selain genus, para peneliti juga menemukan lima spesies baru dari kelompok Catenula, yaitu Catenula boyanensis, Catenula komodensis, Catenula decusa, Catenula densestriata, dan Catenulopsis baweana.

Kelima spesies ini masing-masing punya ciri khas, mulai dari pola garis-garis di permukaan cangkangnya, bentuk katup yang beragam, sampai hiasan-hiasan kecil dari zat keras mirip pasir (yang disebut silika) yang membuat setiap spesies terlihat unik.

Oktiyas mengatakan bahwa penemuan ini memiliki nilai penting, tidak hanya dari segi taksonomi, tetapi juga sebagai dasar bagi pemantauan lingkungan laut, ekologi perairan tropis, dan kajian paleoekologi.

“Ini membuktikan bahwa laut Indonesia menyimpan banyak kehidupan mikroskopik yang belum kita pahami sepenuhnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Luthfi mengajak mahasiswa untuk tidak takut memulai riset di bidang-bidang yang belum banyak disentuh, seperti mikroalga.

“Sering kali mahasiswa bingung mencari judul skripsi, merasa mentok, padahal sumber ide ada di sekitar kita. Dengan kekayaan biodiversitas seperti ini, seharusnya tidak ada alasan untuk kehabisan ide,” ujarnya.

Oktiyas menambahkan studi ekologi dan taksonomi mikroalga dapat menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah yang bereputasi, serta membuka peluang kontribusi besar dalam dunia akademik dan lingkungan yang dapat memperkuat kontribusi UB dalam bidang kelautan dan ilmu hayati global.

“UB punya potensi besar untuk menjadi pusat penelitian mikroorganisme laut. Kami sebagai dosen juga berkomitmen untuk terus menerbitkan temuan spesies baru. Sebuah langkah yang tidak hanya membanggakan secara ilmiah, tetapi juga membawa nama UB ke kancah internasional,” ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.