Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen UGM Gagas Teknologi SMS untuk Bantu Petani di Daerah 3T

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 22:08 WIB | Oleh:
Dosen UGM Gagas Teknologi SMS untuk Bantu Petani di Daerah 3T Doc: ANTARA/Adiwinata Solihin
Ket. Ilustrasi: Seorang petani menyiapkan bibit untuk masa tanam padi kedua pada tahun ini di Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Yogyakarta - Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bayu Dwi Apri Nugroho menggagas pemanfaatan teknologi sederhana berupa layanan pesan singkat atau SMS untuk membantu petani di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dalam mengakses informasi pertanian.

“Petani-petani yang memiliki luasan lahan di bawah 2 hektare (ha), dan rekomendasi teknologi paling tepat adalah pemakaian teknologi yang sederhana," kata Bayu dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (29/4).

Ia mengatakan transformasi teknologi di sektor pertanian perlu menyesuaikan kondisi petani yang sebagian besar masih mengelola lahan sempit dan belum akrab dengan teknologi canggih.

Sebagai pengamat pertanian dan perubahan iklim, Bayu menilai pendekatan teknologi yang terlalu kompleks justru bisa menjadi beban bagi petani, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan internet stabil. Banyak di antara mereka juga belum memiliki ponsel pintar.

Karena itu, penggunaan SMS dianggap sebagai langkah awal yang paling realistis. Teknologi ini pernah diuji dalam penelitian dan terbukti membantu menyampaikan rekomendasi bertani berdasarkan data dari sistem pemantauan lapangan (field monitoring system) secara otomatis.

Menurut Bayu, informasi yang dikirim lewat SMS seperti jadwal tanam, cuaca, atau rekomendasi pemupukan berdampak langsung terhadap pola budidaya petani, meski keberhasilannya sangat bergantung pada pendampingan yang intensif.

Ia menambahkan pendekatan teknologi sebaiknya dimulai dari bentuk paling sederhana, sebelum nantinya bisa dikembangkan ke dalam bentuk aplikasi.

"Jika SMS sudah terbiasa digunakan, baru bisa diarahkan ke sistem aplikasi. Saat ini penggunaan aplikasi masih dominan di kalangan anak muda," ujar dia.

Bayu juga menyarankan agar implementasi awal dilakukan dalam skema klaster atau demonstrasi plot yang menyesuaikan dengan kebiasaan lokal petani, termasuk jenis varietas dan perlakuan lahan. 

Tujuannya, membangun basis data karakteristik wilayah yang bisa dijadikan acuan saat ekspansi dilakukan.

"Database berbasis klaster ini akan berguna saat teknologi diperluas ke daerah lain yang memiliki kondisi serupa," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.