Juara Copa del Rey, Barcelona di Jalur 'Quadruple'

Senin, 28 Apr 2025, 07:03 WIB

SEVILLA– Barcelona meraih kemenangan susah payah 3-2 atas Real Madrid dalam final Copa del Rey yang berlangsung Minggu (27/4) dini hari WIB di Stadion La Cartuja, Sevilla. Jules Kounde menjadi pahlawan bagi timnya setelah mencetak gol penentu kemenangan di perpanjangan waktu.

Gol itu memastikan klub  Catalan meraih trofi pertama di bawah pelatih Hansi Flick serta memperpanjang rekor dengan 32 gelar Copa del Rey. Dengan ambisi untuk meraih quadruple  (empat gelar) musim ini, Barcelona berhasil mengatasi perlawanan sengit Madrid dalam pertandingan yang berlangsung penuh emosi dan kontroversi.

Ket. Foto: Penjaga gawang Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen dan Ronald Federico Araujo da Silva mengangkat trofi saat merayakan an final Piala Spanyol, Copa del Rey (Piala Raja) antara Barcelona versus Real Madrid di Stadion La Cartuja di Seville, Minggu (27/4). — Sumber: Pierre-Philippe MARCOU / AFP

Setelah meraih dua kemenangan sebelumnya di Clasico La Liga dan Piala Super Spanyol, tim asuhan Flick kini menambah koleksi trofi dengan cara yang tak terlupakan. Final yang berlangsung panas sejak awal itu menyaksikan tiga pemain Madrid diusir dari lapangan, termasuk bintang muda Inggris, Jude Bellingham.

Meski demikian, pertandingan yang penuh tensi ini tetap menyuguhkan pertarungan sepak bola yang luar biasa. Barcelona membuka keunggulan menit ke-28 lewat gol indah dari Pedri. Pemain asal Spanyol itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengarah tepat ke sudut atas gawang Thibaut Courtois, memanfaatkan umpan cerdas dari Lamine Yamal.

Gol tersebut membawa Barcelona unggul 1-0 dan memancing reaksi cepat dari Madrid. Madrid yang tertinggal segera meningkatkan intensitas permainan mereka. Kylian Mbappe yang sempat duduk di bangku cadangan karena cedera, dimasukkan oleh pelatih Carlo Ancelotti di babak kedua dan segera memberi dampak besar.

Pada menit ke-70, Mbappe membawa Madrid menyamakan kedudukan 1-1 setelah menerima umpan dari lini tengah. Dia mengeksekusi tendangan bebas yang memantul di tiang gawang dan masuk ke gawang Barcelona.

Tidak lama setelah itu, Aurelien Tchouameni menambah gol kedua bagi Madrid pada menit ke-77. Dia menyundul bola umpan dari Arda Guler, mengubah skor menjadi 2-1 bagi Madrid. Namun, Barcelona tidak menyerah begitu saja.

Ferran Torres mencetak gol penyeimbang menit ke-84. Dia memanfaatkan umpan terobosan dari Yamal yang mengecoh dua pemain bertahan Madrid. Gol Torres membawa skor kembali menjadi imbang 2-2 dan pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu, Barcelona tampil lebih dominan. Kounde, yang menjadi sosok penting dalam pertahanan sepanjang pertandingan, mencetak gol kemenangan di menit ke-108. Setelah memanfaatkan umpan buruk dari Luka Modric, Kounde langsung menembak keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Courtois. Gol tersebut mengunci kemenangan untuk Barcelona dengan skor 3-2.

“Madrid mendorong kami hingga batas kemampuan. Tim menunjukkan karakter dan kebanggaan luar biasa,” ujar Kounde selepas pertandingan. Diamengungkapkan betapa pentingnya kemenangan ini bagi timnya.

Kontroversi

Namun, kemenangan ini tidak lepas dari kontroversi. Wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea menghadapi kritik tajam atas beberapa keputusan penting yang memengaruhi jalannya pertandingan. Pada detik-detik terakhir, bek Madrid Antonio Rudiger diusir karena melemparkan objek ke arah wasit.

Tak hanya itu, Bellingham juga menerima kartu merah setelah peluit panjang. Wasit menilai sikapnya yang agresif terhadap pengadil lapangan, pantas dikartu merah. “Saya tidak ingin membicarakan wasit,”  ujar  pelatih Madrid, Carlo Ancelotti. Dia kecewa dengan hasil akhir dan keputusan-keputusan yang terjadi selama pertandingan.

Madrid sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang keras menanggapi tim wasit setelah insiden-insiden kontroversial yang melibatkan tim mereka dalam pertandingan sebelumnya. Kendati demikian, wasit memberikan kelonggaran terhadap beberapa tekel keras dari pemain Madrid. Ini mungkin dipengaruhi oleh ketegangan yang terjadi di luar lapangan beberapa hari sebelum pertandingan. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.