Menpar: Wisata Kebugaran Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Nasional

Senin, 01 Des 2025, 04:00 WIB

Yogyakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut "wellness tourism" atau wisata kebugaran menjadi kekuatan baru pariwisata Indonesia yang didukung berbagai tradisi Nusantara.

"Indonesia ini kaya akan tradisi wellness, antara lain seperti di Jawa, Solo, dan juga di Bali. Kita punya produk-produk 'wellness' seperti lulur, jamu, dan spa, ada banyak sekali," ujar Menpar saat menghadiri penutupan Wonderful Indonesia Wellness (WIW) 2025 di Asram Edupark, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (30/11) malam.

Ket. Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan keterangan pers saat menghadiri penutupan Wonderful Indonesia Wellness (WIW) 2025 di Asram Edupark, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu malam (30/11). — Sumber: Antara

Menurut Widiyanti, potensi wisata kebugaran turut didukung menguatnya preferensi perjalanan wisata yang berorientasi pada pemulihan diri atau "healing", terutama di kalangan generasi muda.

"Gen-Z dan milenial sekarang kalau bepergian ingin untuk 'healing', untuk 'wellness' karena keadaan dunia sekarang 'stressful'," kata Menpar.

Berbagai unsur budaya seperti gamelan dan tarian Jawa, kata dia, juga mulai banyak dipadukan dalam paket wisata kebugaran karena memiliki efek terapeutik bagi wisatawan.

"'Sound healing' kita dengan memainkan gamelan bisa menenangkan jiwa kita. Dan belajar menari Jawa juga sebenarnya therapeutic," ucapnya.

Merujuk laporan Global Wellness Institute (GWI), Widiyanti mengatakan Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara untuk nilai ekonomi wellness dengan estimasi industri sekitar 56 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, hasil studi Universitas Harvard menyebut masyarakat Indonesia menjadi bangsa paling sejahtera di dunia berdasarkan indikator fisik, psikologis, mental, kesehatan, dan hubungan sosial.

"Orang Indonesia nomor satu di atas Jepang dan Amerika Serikat. Dari situlah saya, kami di Kemenpar, berpikir bahwa wellness tourism itu adalah kekuatan kita," ujar dia.

WIW 2025 berlangsung sebulan penuh sejak 1 hingga 30 November, menyatukan Royal Surakarta Wellness Festival yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta serta Jogja Cultural Wellness Festival oleh BPPD Yogyakarta.

Menpar menyebut jumlah pengunjung dalam WIW 2025 telah mencapai sekitar 2.000-3.700 orang berdasarkan data yang ia terima.

Selain itu, lebih dari 750 pelaku wellness, 140 pekerja seni, serta sekitar 900 pekerja "event organizer" terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

"Di Yogyakarta kami dapat laporan sekitar 77 UMKM, tapi total di dua kota hampir 100 UMKM yang terlibat," kata dia.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa pelaksanaan WIW 2025 di Yogyakarta dan Solo telah mencatatkan transaksi sekitar Rp9 miliar dari penjualan tiket dan paket wisata.

Dari kegiatan tersebut, total perputaran ekonominya diperkirakan mencapai hampir Rp400 miliar.

"Artinya, kembali lagi kita melihat bahwa wellness ini adalah 'special interest' dan wajar kalau kita masukkan ini sebagai 'flagship' Kementerian Pariwisata," kata Vinsensius.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyebut Yogyakarta telah mengembangkan potensi wisata kebugaran itu sejak beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, budaya dan "slow living" menjadi dua kekuatan utama yang mendorong pengembangan wisata kebugaran di daerah ini.

Ia mencontohkan tradisi berjalan tanpa alas kaki ("grounding") atau dalam bahasa Jawa disebut "nyeker" sudah dilakukan masyarakat DIY sehari-hari.

"Kita sudah sehari-hari memang 'nyeker', hanya memang kita belum menggunakan atau kita tidak menggunakan itu sebagai produk pariwisata," kata dia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.