Puluhan Ribu Warga Meramaikan Festival Rimpu di Bima
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 09:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
MATARAM – Sebanyak puluhan ribu warga masyarakat bertumpah ruah dalam Pawai Rimpu pada puncak perayaan Festival Rimpu Mantika 2025 di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Wali Kota Bima, Rahman, dalam keterangan resmi di Mataram, Sabtu (26/4), mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lokal melalui festival tersebut.
"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kota Bima juga pada masyarakat yang sudah berpartisipasi," ujarnya.
Rahman menuturkan Festival Rimpu sebagai ruang ekspresi budaya, ruang kolaborasi ekonomi kreatif dan sekaligus panggung promosi pariwisata.
Menurutnya, pengemasan festival tahun ini lebih inklusif, kaya warna, serta sarat makna dan filosofi tentang peradaban masyarakat di Bima.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi warga Bima, rimpu tidak sekadar kain tenun yang dililitkan pada kepala. Namun, simbol kehormatan perempuan Bima.
Festival Rimpu menjadi bagian langkah konkret Pemerintah Kota Bima dalam mendukung visi pembangunan daerah berbasis budaya dan kearifan lokal.
"Kami percaya dan meyakini, budaya Rimpu bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga kunci menatap masa depan," kata Rahman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak pukul 06.20 WITA, 26 April 2025, peserta sudah berdesakan dan memenuhi lokasi start di Paruga Nae Convention Hall.
Mereka datang dengan mengenakan busana tradisional Rimpu, simbol kehormatan dan identitas perempuan suku Mbojo. Sedangkan, laki-laki memakai Sambolo dan Saremba Tembe.
Pawai berakhir di Lapangan Serasuba sekitar pukul 13.00 WITA. Suasana kota dipenuhi warna-warni kain Nggoli berbentuk Rimpu, Sambolo, dan Tembe (Sarung). Semangat kebersamaan yang mencerminkan harmoni dalam keberagaman.
Setelah berjalan kaki sekitar satu kilometer di Lapangan Serasuba, mereka disuguhkan sejumlah hiburan dan mengikuti undian berhadiah berupa lima unit sepeda motor.
Direktur Fasyen Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Rohani Astuti, mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan budaya lokal sebagai bagian dari industri kreatif nasional.
"Rimpu sebagai aset budaya yang potensial untuk diperkenalkan ke tingkat internasional," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!