Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOLBF Harap Festival Pantai Ligota Dorong Pariwisata yang Inklusif

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 23:41 WIB | Oleh:
BPOLBF Harap Festival Pantai Ligota Dorong Pariwisata yang Inklusif Doc: ANTARA/HO-Divisi Komunikasi Publik BPOLBF
Ket. Pementasan atraksi Caci dalam Festival Pantai Ligota di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Labuan Bajo - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Frans Teguh berharap Festival Pantai Ligota yang diselenggarakan di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur semakin mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan inklusif di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami berharap festival ini dapat memperkuat identitas lokal dan mendorong perkembangan sektor pariwisata yang inklusif, serta membuka peluang baru bagi perekonomian daerah," kata Frans Teguh dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Minggu (27/4).

Festival yang telah digelar pada 24-26 April 2025 itu dinilai menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan wisatawan untuk memperkuat potensi pariwisata di Pulau Flores dan NTT pada umumnya.

Frans Teguh menjelaskan, kehadiran BPOLBF dalam festival ini merupakan bagian dari strategi promosi lintas wilayah di kawasan koordinatif BPOLBF.

“Manggarai Timur memiliki kekayaan budaya dan pesona alam yang luar biasa, festival ini adalah bentuk nyata dari sinergi antar daerah dalam memajukan pariwisata Flores secara menyeluruh," ungkapnya.

Frans Teguh juga menambahkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata, Pulau Flores dapat semakin dikenal sebagai destinasi unggulan yang siap mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Festival Pantai Ligota sebagai salah satu pilar penting dalam memperluas persebaran manfaat pariwisata serta memperkenalkan destinasi baru yang layak dikunjungi.

"Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pelestarian budaya, festival ini turut mendukung visi besar pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur mengatakan, pengembangan pariwisata di wilayah itu berbasis masyarakat, sehingga masyarakat harus menjadi pelaku yang menerima manfaat dari perkembangan pariwisata.

Ia juga menjelaskan, terdapat tiga aspek dalam keseimbangan kepariwisataan yaitu ekonomi, lingkungan, dan kualitas sehingga Festival Pantai Ligota diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat mencerminkan ketiga aspek tersebut.

"Model pariwisata ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan pada tiga aspek pokok yaitu pertama aspek ekonomi, kedua aspek lingkungan, atau environment sehingga peran kita adalah menjaga, merawat dan memoles dengan nuansa yang lebih baik, dan yang ketiga, aspek kualitas bagaimana pariwisata kita bisa berkesinambungan dan berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.