Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budaya Saling Klakson Pengguna Vespa yang Mulai Terkikis Zaman

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Budaya Saling Klakson Pengguna Vespa yang Mulai Terkikis Zaman Doc: (ANTARA/Alviansyah Pasaribu)
Ket. Kumpulan Vespa dalam Mods May Day 2024 di Jakarta

JAKARTA - Pernahkah Anda melihat dua pengendara Vespa yang saling membunyikan klakson atau melambaikan tangan saat berpapasan di jalan?

Tradisi yang tampak sederhana ini sejatinya menyimpan makna solidaritas mendalam yang telah menjadi bagian dari budaya komunitas Vespa selama puluhan tahun. Namun, kini kebiasaan tersebut perlahan mulai memudar, terutama di kalangan pengguna Vespa matik generasi baru.

Tradisi saling klakson, melambaikan tangan, atau mengangguk sebagai bentuk salam merupakan simbol persaudaraan sesama pengguna Vespa.

Baik di jalanan kota besar maupun pelosok daerah, kebiasaan ini telah mengakar di kalangan pecinta skuter asal Italia tersebut. Namun, seiring berkembangnya zaman dan munculnya berbagai varian Vespa modern, nilai-nilai kebersamaan ini mulai kehilangan gaungnya.

“Kalau dulu, sesama pengguna Vespa, meskipun tidak saling kenal, pasti saling sapa di jalan. Bahkan kalau ada yang mogok, pengendara lain pasti bantu. Sekarang sudah mulai jarang,” ungkap Om Benk, seorang pecinta Vespa klasik yang aktif dalam berbagai kegiatan komunitas.

Ia berharap, semangat persaudaraan yang selama ini ditunjukkan pengguna Vespa klasik juga dapat dilestarikan oleh pengguna Vespa matik. “Saya harap yang pakai Vespa matik juga mulai membiasakan menyapa sesama. Minimal klakson kecil sebagai tanda salam,” katanya.

Fenomena ini juga diamini oleh pengamat transportasi, Muslich Zainal Asikin. Ia menyebut ada interaksi sosial unik di antara pengguna Vespa yang berbeda dari pengguna motor lainnya. “Solidaritas mereka tinggi karena merasa satu nasib. Mereka paham suka-duka jadi pengguna Vespa, yang kadang harus dorong motor atau bongkar mesin di pinggir jalan,” tuturnya

Menurut Muslich, akar budaya solidaritas di komunitas Vespa tak lepas dari sejarah panjang penggunaannya di Eropa. Pada dekade 1960-an di Inggris, Vespa menjadi pilihan kendaraan utama kalangan pemuda kelas pekerja karena harganya yang relatif terjangkau. Skuter ini menjadi simbol gaya hidup, kebebasan, dan solidaritas di tengah keterbatasan ekonomi.

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an, saat Vespa menjadi kendaraan favorit masyarakat. Para pengguna skuter ini kemudian membentuk komunitas yang tak hanya fokus pada kegiatan otomotif, tapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Salah satu contohnya adalah komunitas Lhapscoot yang didirikan oleh Sunartato bersama rekan-rekannya sejak 2017. Komunitas ini tak memiliki struktur organisasi formal dan mengedepankan prinsip egaliter antar anggotanya. “Kita semua setara, kalau ada kegiatan baru kita tunjuk koordinator,” ujar Sunartato.

Selain rutin touring dan belajar mesin bersama, komunitas ini juga pernah menggalang dana untuk korban bencana alam, serta menjual kembali Vespa bekas yang telah mereka perbaiki. “Dari sini kita belajar pentingnya kerja sama, solidaritas, dan nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Namun, ia mengakui bahwa generasi baru pengguna Vespa, terutama yang menggunakan model matik, belum banyak yang memahami tradisi solidaritas ini. “Kadang kita klakson duluan, tapi mereka malah cuek. Mungkin belum tahu maknanya,” ujarnya.

Fenomena terkikisnya budaya saling sapa ini menjadi alarm bagi komunitas Vespa. Di tengah derasnya arus modernisasi dan individualisme, menjaga tradisi kecil seperti membunyikan klakson bisa menjadi simbol kehangatan dan persaudaraan yang mulai langka di ruang publik.

Jangan sampai solidaritas Vespa hanya jadi cerita masa lalu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

58 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.