Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ISPA dan Pneumonia Jadi Masalah Utama Jemaah Haji

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 20:04 WIB | Oleh:
ISPA dan Pneumonia Jadi Masalah Utama Jemaah Haji Doc: Istimewa
Ket. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama,

JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengatakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan Pneumonia jadi masalah utama jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Hasil penelitian jurnal ilmiah internasional bahwa sekitar 90 persen jamaah Haji dari berbagai negara ternyata mengalami masalah kesehatan paru dan pernapasan, dalam berbagai bentuknya.

"Karena itu upaya pencegahan, seperti perilaku hidup sehat, penggunaan masker dan vaksinasi menjadi penting," ujar Tjandra, dikutip dari laman resmi Universitas YARSI, Kamis (24/4).

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi predisposisi. Faktor yang mesti diperhatikan yaitu penuhnya kerumunan orang yang memudahkan penularan, debu dan polusi udara, serta daya tahan tubuh yang mungkin menurun karena aktifitas fisik dan kelelahan.

"Selain itu, Adult/acute Respiratory Disease Syndrome (ARDS) merupakan salah satu penyebab kematian utama akibat penyakit paru pada Jamaah Haji Indonesia," jelasnya.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu mengungkapkan, selain Pneumonia karena bakteri dan virus, maka perlu juga diwaspadai penyakit khusus seperti MERS CoV. Penyakit tersebut memang bermula dari jazirah Arab dan ditularkan oleh Unta berpunuk satu.

"Selain masalah infeksi Paru, maka perlu juga dapat perhatian penyakit paru tidak menular, seperti Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)," lanjutnya.

Dia menyebut, pengetahuan dan kemampuan penanganan kesehatan paru oleh para dokter dan petugas kesehatan yang melayani jamaah Haji dan Umroh sangat penting. Hal tersebut untuk pengendalian masalah kesehatan paru pada jamaah.

"Semoga jemaah Umroh kita, dan juga Jemaah Haji yang akan mulai berangkat pada awal Mei beberapa minggu lagi akan dapat menjalankan ibadahnya dengan khusus, mendapat Haji dan Umroh yang mabrur, dan terhindar dari masalah penyakit paru dan pernapasan yang serius," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.