BI Optimistis Stabilitas Eksternal Ekonomi RI Cukup Kuat Hadapi Gejolak Global, Ada Tiga Indikatornya
Kamis, 24 Apr 2025, 13:47 WIBJAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis stabilitas eksternal ekonomi Indonesia cukup kuat dalam menghadapi gejolak global, terutama pascakebijakan Tarif Amerika Serikat (AS).
Ada tiga indikator yang mendasari optimisme BI terhadap ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. âPertama, defisit transaksi berjalan yang kami perkirakan 0,5-1,3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) itu tergolong rendah,â ujar Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK): Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2025 yang diadakan secara virtual, di Jakarta, Kamis (24/4).
Perkiraan defisit transaksi berjalan disebut sudah sesuai dengan standar internasional untuk Indonesia yang termasuk kategori emerging market dan developing country, sepanjang tak lebih dari tiga persen.
Kedua, BI optimistis defisit transaksi berjalan secara keseluruhan dapat dipenuhi dari surplus transaksi modal dan finansial, baik dari portofolio inflows, penanaman modal asing, maupun sumber-sumber aliran dana asing, termasuk dampak positif dari kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
âJadi, defisit transaksi berjalan kami meyakini dapat dipenuhi dari surplus transaksi modal dan finansial, sehingga secara keseluruhan neraca pembayaran akan surplus,â kata Perry.
Jumlah cadangan devisa Indonesia yang cukup tinggi menjadi indikator terakhir optimisme BI terhadap stabilitas eksternal ekonomi tanah air cukup kuat.
Tercatat, posisi cadangan devisa hingga akhir Maret 2025 sebesar 157,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS), setara dengan pembelian 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah cadangan devisa ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang tiga bulan impor.
âTiga pertimbangan tadi yang menyimpulkan optimisme kami bahwa ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global kuat,â ujar dia.
- Ekonomi Indonesia
- gejolak global
- Gubernur BI
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan
-
Rekomendasi Event Jakarta Agustus 2026: Dari Festival Musik, Pameran Seni hingga Kuliner
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Kreatif dan Ramah Lingkungan, Nelayan Manfaatkan Drum Plastik Bekas untuk Membuat Perahu
-
Cegah Korupsi oleh Kepala Daerah, KPK dan Kemendagri Gelar Pembekalan Antikorupsi di 10 Wilayah
-
Dinas Perikanan: Kemarau Ganggu Budi Daya Ikan dan Udang di Cilacap
-
Cegah Salah Sasaran, Data Bansos Kini Terintegrasi Lintas Sektor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.